08121026237 - 081280589457   679B873

Duterte Akan Pulangkan 2.200 Pekerja Filipina dari Kuwait

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 14 Februari 2018 - 10.11 WIB | Dibaca : 90 kali
Duterte Akan Pulangkan 2.200 Pekerja Filipina dari Kuwait
Menteri Ketenagakerjaan Filipina, Silvestre Bello III, mengatakan bahwa Duterte menawarkan hal ini tak lama setelah menerima laporan temuan jasad seorang warganya di dalam kulkas di salah satu apartemen di Kuwait.

 

Sondinews.  -  Presiden Rodrigo Duterte siap memulangkan sekitar 2.200 tenaga kerja Filipina di Kuwait yang menerima tawaran pulang gratis dari pemerintah setelah beredar sejumlah laporan penyiksaan.

Menteri Ketenagakerjaan Filipina, Silvestre Bello III, mengatakan bahwa Duterte menawarkan hal ini tak lama setelah menerima laporan temuan jasad seorang warganya di dalam kulkas di salah satu apartemen di Kuwait.

"Kami mendapatkan informasi bahwa hingga Jumat lalu, ada lebih dari 2.200 orang Filipina yang ingin pulang," ujar Silvestre Bello, sebagaimana dikutip Reuters.

Duterte pun sudah meminta Philippine Airlines dan Cebu Pacific untuk mengakomodasi kepulangan para pekerja Filipina yang ingin pulang dari Kuwait.

Bello mengatakan bahwa kedua maskapai itu sudah menyiapkan tiga pesawat charter gratis dan hampir 500 tenaga kerja Filipina akan tiba dalam waktu dekat.

Menurut Bello, pemerintah Filipina juga siap membantu para tenaga kerja yang pulang itu untuk mendapatkan pekerjaan baru.

"Kami sudah siapkan program reintegrasi. Kami juga sedang membahas kemungkinan pasar alternatif, salah satunya China atau bahkan Rusia," ucap Bello tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Filipina sendiri sudah menangguhkan pengiriman tenaga ke Kuwait pada Januari lalu, setelah menerima sejumlah laporan penyiksaan oleh majikan hingga memicu bunuh diri.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah, mengaku "terkejut dan berduka" atas keputusan Duterte ini. Ia mengatakan bahwa kasus-kasu itu sudah diproses secara hukum.

Merujuk pada data Kemlu Kuwait, ada lebih 250 ribu warga Filipina mengadu nasib di negara tersebut, sebagian besar besar sebagai asisten rumah tangga.

KOMENTAR ANDA