08121026237 - 081280589457   679B873

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Terhadap Satu Keluarga di Tangerang

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 14 Februari 2018 - 06.26 WIB | Dibaca : 112 kali
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Terhadap Satu Keluarga di Tangerang
Polisi menetapkan suami siri korban, Mochtar Effendi, 63 tahun, sebagai tersangka pembunuhan.

 

Sondinews.  -  Polres Metro Tangerang Kota menetapkan suami siri korban, Mochtar Effendi, 63 tahun, sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga yang menewaskan istri dan kedua anaknya. ME alias Pendi diduga membunuh istri sirinya, Titin Suhaema alias Ema, 40 tahun dan dua anak tirinya Nova, 19 tahun dan Tiara, 11 tahun, di rumah Ema di Jalan Melati IV Perumahan Taman Kota Permai Periuk Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan memastikan ME sebagai tersangka setelah tim penyidik mengunjungi tersangka yang juga korban luka parah di RS Polri Kramatjati Jakarta Timur, Selasa, 13 Februari 2018.

"Kami sudah menaikkan status saksi mahkota menjadi tersangka pembunuh tunggal," kata Kapolres.

Kapolres menambahkan ME mengakui telah menghabisi istri dan anak tirinya. "Dia masih lemas, baca istigfar dan minta maaf," kata Kapolres.

Dalam pengakuan Pendi, badik yang digunakan membunuh disimpan di lemari pakaian di kamar belakang. Di tempat itu pula ME ditemukan terluka bersimbah darah.

"Setelah membacok dan menusukkan senjata tajam ke leher dan perut korban di kamar depan, tersangka melukai diri sendiri," kata Kapolres.
Begini Posisi Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Pembunuhan ibu dan anak ini terjadi Senin, 12 Februari 2018. Peristiwa sadis yang menggegerkan warga itu terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Informasi awal menyebutkan, korban dibekap dan dibacok menggunakan senjata tajam. Ketiga korban tewas dibawa ke ruang jenazah RSUD Tangerang.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga, Pendi yang mengalami luka tusuk sempat dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Namun dia dipindahkan ke RS Polri Kramatjati.

KOMENTAR ANDA