08121026237 - 081280589457   679B873

Mantan Presiden Guatemala Ditangkap Karena Terlibat Skandal Korupsi

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 14 Februari 2018 - 05.25 WIB | Dibaca : 121 kali
Mantan Presiden Guatemala Ditangkap Karena Terlibat Skandal Korupsi
Selain Colom, Mantan Menteri Keuangan yang kini menjadi Ketua Oxfam Internasional, Juan Alberto Fuentes juga ikut ditangkap.

 

Sondinews.  -  Mantan Presiden Guatemala Alvaro Colom ditangkap dalam penyelidikan kasus korupsi, pada Selasa (13/2). Selain Colom, Mantan Menteri Keuangan yang kini menjadi Ketua Oxfam Internasional, Juan Alberto Fuentes juga ikut ditangkap.

"Salah satu dari 10 orang yang ditangkap dalam operasi hari ini adalah mantan presiden republik ini, Alvaro Colom," kata Kepala Badan Antikorupsi (CICIG) Juan Francisco Sandoval di Kantor Kejaksaan, dikutip Reuters.

Penangkapan Fuentes menambah tekanan terhadap lembaga asal Inggris itu, selain soal laporan dugaan pelecehan seksual oleh sejumlah petugas bantuan di Haiti.

Dalam sebuah pernyataan, Oxfam membela Fuentes.

"Penyelidikan berkaitan dengan transaksi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah Guatemala sementara dia adalah Menteri Keuangan dalam pemerintahan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Oxfam International Winnie Byanyima dalam pernyataan.

Byanyima menambahkan, Fuentes telah "menyakinkan kami bahwa ia bekerja sama secara penuh dengan tim penyelidik dengan keyakinan bahwa dia tidak sadar melanggar aturan atau prosedur."

Colom menjabat sebagai presiden Guatemala dari 2008 hingga 2012.

Penyelidikan korupsi yang sedang berjalan menyoroti pembelian bus-bus pada masa kepemimpinan Colom dalam program pengadaan tranportasi bagi masyarakat.

"Menurut kami segalanya sah, tapi mari kita tunggu dan lihat apa yang dikatakan hakim," kata Colom ketika ia memasuki pengadilan dengan penjagaan polisi.

Delapan orang lainnya yang ditahan adalah para mantan menteri Colom, yang menandatangani pembelian bus. Colom bukan merupakan pemimpin Guatemala pertama yang menghadapi tuduhan korupsi.

KOMENTAR ANDA