08121026237 - 081280589457   679B873

Donald Trump Ajukan Anggaran Rp.245 Triliun untuk Pembangunan Tembok Perbatasan Meksiko

 Oleh : M Harahap | Senin, 12 Februari 2018 - 11.16 WIB | Dibaca : 138 kali
Donald Trump Ajukan Anggaran Rp.245 Triliun untuk Pembangunan Tembok Perbatasan Meksiko
Pemerintah AS menganggarkan biaya pembangunan tembok Meksiko itu untuk dua tahun ke depan.

 

Sondinews.  -  Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajukan anggaran sebesar US$18 miliar atau setara Rp245 triliun untuk membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.

Direktur Bujet Gedung Putih, Mick Mulvaney, mengatakan bahwa pemerintah menganggarkan biaya pembangunan tembok Meksiko itu untuk dua tahun ke depan.

Isu ini sudah menjadi kontroversi sejak Trump mengusulkan pembangunan tembok tersebut pada masa kampanye demi melindungi AS dari imigran ilegal dan peredaran narkoba.

Partai Demokrat selalu menolak usulan Trump tersebut karena menganggap tembok itu tidak terlalu penting dan memakan banyak biaya.

Trump pun mendesak agar Meksiko membiayai pembangunan tembok itu, satu permintaan yang ditolak mentah-mentah oleh Presiden Enrique Pena Nieto.

Proposal pendanaan ini pun diharapkan dapat menjadi titik terang dari kontroversi ini. Mulvaney mengatakan bahwa pengajuan dana ini sangat penting karena merupakan bagian dari skema peningkatan keamanan perbatasan.

Menurut Mulvaney, secara keseluruhan pemerintah meminta dana US$23 miliar atau setara 313,3 triliun untuk program peningkatan keamanan perbatasan ini.

Dana itu termasuk US$782 juta atau Rp10,6 triliun untuk mempekerjakan dan mendukung 2.750 petugas dan agen tambahan di Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai (CBP) serta Aparat Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Sementara itu, pemerintah juga mengajukan dana US$2,7 miliar Rp36,7 triliun untuk membiayai "kapasitas tahanan harian untuk 52 ribu orang ilegal, tingkat detensi tertinggi badan tersebut.

Skema perlindungan perbatasan ini merupakan bagian kecil dari propsal anggaran infrastruktur yang diajukan Trump dengan nilai keseluruhan US$200 triliun.

Proposal anggaran ini akan dibawa ke Kongres pada Senin (12/2) waktu setempat untuk kemudian dibahas secepatnya.

KOMENTAR ANDA