08121026237 - 081280589457   679B873

Polda Metro Jaya Ringkus Komplotan Copet yang Kerap Beraksi di JPO Sudirman

 Oleh : Mochtar Siahaan | Jumat, 09 Februari 2018 - 14.07 WIB | Dibaca : 141 kali
Polda Metro Jaya Ringkus Komplotan Copet yang Kerap Beraksi di JPO Sudirman
Tiga pencopet bernama Solihin, 30 tahun, Alex Nocandra, 30 tahun, dan Febriansyah, 39 tahun, diringkus di halte busway Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

 

Sondinews.  -  Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus tiga tersangka komplotan copet yang biasa melakukan aksinya di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Tiga pencopet bernama Solihin, 30 tahun, Alex Nocandra, 30 tahun, dan Febriansyah, 39 tahun, diringkus di halte busway Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, pada Senin (5/2/2018). Ketiganya tertangkap setelah mencopet ponsel bermerek iPhone 6 milik korban yang kini dijadikan barang bukti.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Aris Supriyono menjelaskan, komplotan copet yang diringkus beberapa waktu lalu, tak hanya beraksi di jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat saja. Mereka juga kerap beraksi di lokasi car free day di Jakarta.

"Mereka ini sudah lama (mencopet), kalau sehari-hari (mencopet) di JPO, tetapi saat weekend biasa beraksi di CFD," kata AKBP Aris saat dihubungi, Jumat (9/2/2018).

Menurut AKBP Aris Supriyono, sindikat copet ini memang sudah meresahkan warga, bahkan sebelum penangkapan, foto-foto mereka viral di media sosial. "Sudah viral, memang mereka selalu berkelompok dalam beraksi, rata-rata tiga orang yang punya fungsi masing-masing," kata AKBP Aris.

Saat beraksi, lanjutnya, mereka selalu berkelompok dan membagi tugas. Ada yang bertugas mengalihkan perhatian dengan menabrak korban, mengambil barang, dan mengumpulkan hasil copetan. Alex melakukan aksinya ditemani Solihin yang bertugas menghalangi korban. Setelah itu, Alex langsung menyerahkannya ke Febriansyah. Setelah terkumpul, mereka akan berpencar, dan bertemu lagi di lokasi yang sudah ditentukan.

Ponsel merupakan barang yang paling sering mereka copet. Mereka jarang mengambil uang atau dompet. "Karena menurut mereka, (ponsel) itu paling mudah dicuri dan ringan," ujarnya.

AKBP Aris menjelaskan, copet-copet ini merupakan sindikat dari Tanah Abang yang biasa mengambil ponsel warga. "Kami akan kembangkan, yang pasti ini ada jaringannya, entah dari Tanah Abang atau daerah lain. Kami akan telusuri terus," ucapnya.

KOMENTAR ANDA