08121026237 - 081280589457   679B873

Gembong Narkoba Sudah Dua Kali Dijatuhi Hukuman Mati Tidak Mati-Mati

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 08 Februari 2018 - 13.37 WIB | Dibaca : 138 kali
Gembong Narkoba Sudah Dua Kali Dijatuhi Hukuman Mati Tidak Mati-Mati
Kepala BNN Komjen Pol.Budi Waseso geleng-geleng kepala mengetahui, bahwa gembong narkoba yang telah dua kali di vonis mati mengendalikan penyelundupan ratusan kilogram Shabu dari balik jeruji besi di LP Kelas I Tanjung Kusta, Medan.

 

Sondinews.Togiman alias Toge, gembong narkoba yang sudah dua kali dijatuhi hukuman mati, kembali menyelundupkan narkoba jenis shabu dan ekstasi ke Indonesia dari Malaysia melalui jaringan sindikatnya.

Dari Lembaga PemmasyarakataN ( LP ) Kelas I Tanjung Kusta, Medan, Sumatera Utara, terpidana mati dua kali itu mengendalikan menyelundupan 110 Kg Shabu dan 18.300 butir ekstasi darti Malaysia. Akan tetapi upaya penyelundupan itu dapat digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Anggota jaringan sindikatnya yang membawa narkoba tersebut di Aceh berhasil setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian berbulan. Dalam kasus ini berhasil ditangkap 12 orang, diantaranya berperan sebagai kurir.

Dalam pengembangan pemeriksaan, ternyata penyelundupan narkoba itu dikendalikan dari LP Kelas I Tanjung Kusta, Medan, Sumatera Utara, oleh Togiman alias Toge, gembong narkoba yang sudah dua kali dijatuhi hukuman mati. Apabila dalam kasus ini Togiman kembali dijatuhi hukuman mati, maka dia satu-satunya orang di dunia ini dijatuhi hukuman mati tapi nggak mati- mati.

Terungkapnya kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan terpidana mati dua kali, membuat Kepala BNN, Komjen Pol.Budi Waseso geleng-geleng kepala dan tidak habis pikir terhadap penegakan hukum di Negara ini,

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu telah menyatakan Indonesia darurat narkoba. Tapi penegakan hukum terhadap Bandar narkoba tidak jelas. Bagaimana tidak, Bandar yang sudah di vonis mati dua kali tidak mati-mati alias tidak dieksekusi hukumannya, sehingga sudah ter[pidana matipun masih merajalela mengendalikan penyelundupan narkoba ke Negara ini.

Geleng-geleng kepalanya Kepala BNN yang akrab disapa Buas itu melihat penegakan hukum terhadap terpidana mati Bandar narkoba, patut menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Presiden Joko Widodo kiranya patut mengambil sikap tegas dengan memerintahkan Jaksa Agung untuk segera membuat keputusan agar para terpidana mati yang berada di LP di seluruh Indonesia, terutama terpidana mati kasus narkoba segera di eksekusi.

Seperti data yang diungkapkan BNN, bahwa kini sekitar 6 juta anak bangsa, tentu mayoritas generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Apabila Bandar-bandar narkoba kita biarkan terus menyelundupkan barang haram itu, berapa banyak lagi anak bangsa yang akan menjadi korban. Keluhan Kepala BNN, Komjen Budi Waseso patut mendapat perhatian serius, terutama oleh Presiden dan Jaksa Agung.  Bila perlu Presiden segera memanggil Jaksa Agung dan mempertanyakan, mengapa Bandar narkoba yang sudah dua kali di vonis mati tidak juga di eksekusi. Mengapa ?

KOMENTAR ANDA