08121026237 - 081280589457   679B873

Israel Minta Badan Pengungsi PBB untuk Palestina Ditutup

 Oleh : M Harahap | Senin, 08 Januari 2018 - 05.16 WIB | Dibaca : 143 kali
Israel Minta Badan Pengungsi PBB untuk Palestina Ditutup
Seruan itu disampaikan Netanyahu beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memangkas dana bantuan bagi Palestina.

 

Sondinews.  -  Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak agar Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang membantu pengungsi Palestina (UNRWA) di Tepi Barat dan Gaza ditutup. Seruan itu disampaikan Netanyahu beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam untuk memangkas dana bantuan bagi Palestina.

"Saya sepenuhnya setuju dengan kritik keras Presiden Trump terhadap UNRWA," kata Netanyahu mengawali sidang kabinet, Minggu (7/1).

"UNRWA adalah organisasi yang mengabadikan masalah pengungsi Palestina, yang juga melanggengkan narasi untuk melenyapkan Israel. Karena itu, UNRWA seharusnya sudah menjadi bagian dari masa lalu," kata Netanyahu seperti dilansir Jerusalem Post, Minggu (7/1).

Pemerintah Israel sudah lama menganggap UNRWA dengan penuh prasangka, dan menilai badan tersebut bias. Israel juga keberatan terhadap metode klasifikasi pengungsi, dimana keturunan pengungsi Palestina juga bisa mendaftarkan diri.

Menurut Netanyahu, UNRWA dibentuk secara terpisah dari badan pengungsi PBB UNHCR 70 tahun lalu. Akibatnya UNRWA mengurusi buyut para pengungsi dan dalam 70 tahun mendatang bakal mengurusi cicit para pengungsi. "Absurditas ini harus dihentikan," kata Netanyahu.

"Saya mengajukan saran sederhana, dana bagi UNRWA secara bertahap harus dipindahkan ke UNHCR, dengan kriteria jelas, mendukung pengungsi sebenarnya ketimbang pengungsi fiktif, yang saat ini terjadi di bawah UNRWA," kata Netanyahu seperti dilansir Jerusalem Post.

Netanyahu menyatakan dia meneruskan posisinya dengan Amerika Serikat, dan dengam cara itu akan menutup UNRWA sambil mengurusi pengungsi Palestina sebenarnya dan bukan keturunannya.

Menanggapi kemarahan Palestina atas keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan pernyataan bahwa AS tidak lagi menjadi perantara jujur dalam proses perdamaian, Amerika Serikat tengah mempertimbangkan untuk memangkas dana bagi Otoritas Palestina dan UNRWA.

Menurut Jerusalem Post, laporan internal Kementerian Dalam Negeri pekan lalu menilai bahwa pemangkasan dana UNRWA "akan memperburuk situasi kemanusiaan dan membawa bencana, khususnya di Gaza". Ditambahkan bahwa beban penyediaan layanan yang selama ini ditanggung UNRWA akan berpindah ke Israel.

Ratusan ribu warga Palestina mengungsi atau keluar dari rumahnya setelah pembentukan Israel pada 1948. Tujuh puluh tahun kemudian jumlah pengungsi Palestina mencapai lima juta orang, dan keturunannya terserak di seluruh wilayah seperti Yordania, Lebanon, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

UNRWA mengelola ratusan sekolah bagi pengungsi Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Lebanon, Yordania dan Suriah. Badan PBB itu juga menyediakan pelatihan guru, klinik kesehatan dan layanan sosial lainnya.

KOMENTAR ANDA