08121026237 - 081280589457   679B873

Korban Badai Tropis Tembin di Filipina Mencapai 182 Orang dan 153 Orang Hilang

 Oleh : M Harahap | Minggu, 24 Desember 2017 - 05.44 WIB | Dibaca : 147 kali
Korban Badai Tropis Tembin di Filipina Mencapai 182 Orang dan 153 Orang Hilang
Polisi masih terus mencari jenazah para korban dari sungai yang meluap akibat banjir bandang di Desa Dalama, Mindanao.

 

Sondinews.  -  Jumlah korban akibat badai tropis Tembin di kawasan selatan Filipina terus bertambah. Per Minggu (24/12/2017) dini hari, korban tewas tercatat mencapai 182 orang, sementara 153 orang masih dinyatakan hilang.

Setiap tahun, Filipina dilewati sekitar 20 badai besar. Namun, kawasan selatan seperti Mindanao disebut relatif jarang dilintasi badai.

Kawasan selatan Filipina dihantam badai tropis Tembin sejak Jumat (22/12/2017). Banjir bandang dan tanah longsor menyertai terjangan badai ini.

Polisi masih terus mencari jenazah para korban dari sungai yang meluap akibat banjir bandang di Desa Dalama, Mindanao.

"Sungai itu meluap dan sebagian besar rumah (di desa itu) hanyut. Desa tersebut sudah tidak ada lagi," kata Gerry Parami, polisi setempat, saat dihubungi AFP dari Tubod, kota terdekat ke lokasi.

Pada Sabtu, polisi dan regu penyelamat masih mencari jasad korban dari Sungai Salod di dekat Kota Sapad.

Jenazah di Sapad merupakan korban dari banjir bandang di hulu sungai, yaitu di Salvador, Rando Salvacion, berdasarkan keterangan kepala kepolisian Sapad yang dikutip AFP.

Pencarian korban juga masih berlanjut di Salvador. Bersama Tubod dan Sapad, Salvador adalah tiga wilayah di Lanao del Norte, salah satu provinsi yang paling parah diterjang badai tropis Tembin.

Dari provinsi itu saja, polisi menyebut 127 orang telah terkonfirmasi tewas dan 72 orang masih dinyatakan hilang.

"Masyarakat sudah mendapat peringatan (soal badai ini), tetapi karena (selama ini) jarang terkena topan maka mereka yang tinggal di dekat sungai tidak menganggap serius (peringatan tersebut)," ungkap Kepala Kepolisian Salvador, Wilson Mislores, seperti dikutip AFP.

Sementara itu, jumlah korban tewas di Semenanjung Zamboanga Mindanao juga bertambah menjadi 28 orang. Polisi menyatakan, 81 orang masih dinyatakan hilang, setelah lumpur dan bebatuan menyapu kawasan pesisir di Sibuco dan kota-kota nelayan lainn di sini.

Tanah longsor telah menahan upaya penyelamatan dan konvoi bantuan ke wilayah miskin tersebut.

Badai tropis Tembin telah pula menghantam wilayah Balabac, pulau nelayan berpenduduk 40.000 orang di wilayah barat Filipina pada Sabtu (23/12/2017). Kecepatan angin tercatat mencapai 145 kilometer per jam, merujuk pernyataan petugas cuaca setempat.

Terjangan badai tropis Tembin terjadi tak lebih dari sepekan setelah empasan badai tropis Kai-Tak yang menewaskan 54 orang di wilayah tengah Filipina. Akibat badai ini, 24 orang masih dinyatakan hilang.

Harry Roque, juru bicara Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sabtu, lewat siaran pers menjanjikan bantuan akan terus dikirimkan segera kepada para korban.

Namun, juru bicara National Disaster Risk Reduction and Management Council Filipina, Romina Marasigan, menyebut situasi di lapangan sangat menantang.

Sebelumnya, badai paling mematikan pernah pula menghantam Filipina, yaitu badai Haiyan pada November 2013. Ribuan orang tewas karena badai ini, selain infrastruktur yang hancur total.

KOMENTAR ANDA