08121026237 - 081280589457   679B873

Bubarkan Paksa Demonstran Palestina, Militer Israel Gunakan Peluru Tajam

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 21 Desember 2017 - 13.39 WIB | Dibaca : 132 kali
Bubarkan Paksa Demonstran Palestina, Militer Israel Gunakan Peluru Tajam
Akibatnya, tiga orang dikabarkan terluka terkena peluru tajam, 20 pengunjuk rasa terluka karena menerima peluru karet berlapis besi.

 

Sondinews.  -  Militer Israel dilaporkan mulai menggunakan cara ekstrem untuk membubarkan paksa warga Palestina yang berunjuk rasa.

Dilaporkan Bulan Sabit Merah via Al Jazeera, Rabu (20/12/2017), tentara Israel menggunakan peluru tajam dan peluru karet berlapis besi untuk menghalau para demonstran.

Akibatnya, tiga orang dikabarkan terluka terkena peluru tajam, 20 pengunjuk rasa terluka karena menerima peluru karet berlapis besi.

Sementara Bulan Sabit Merah melaporkan bahwa 40 orang harus dirawat setelah terkena gas air mata.

Jihad Barakat, seorang jurnalis lokal, mengatakan, militer dan polisi perbatasan menggunakan cara itu untuk mengusir 5.000 orang Palestina yang protes di sejumlah tempat.

Utamanya di wilayah Tepi Barat, seperti Hebron, Nablus, Bethlehem, dan Jericho.

Adapun titik massa terbesar berada di pos militer Qalandia yang menjadi perbatasan langsung Tepi Barat dengan Yerusalem.

"Dari Qalandia, militer Israel yang mengendarai jip menembakkan 30 peluru gas air mata sehingga wilayah tersebut penuh dengan asap," kata Barakat.

Satu warga Palestina dikabarkan terluka terkena peluru tajam aparat Israel.

Aksi Hari Kemarahan yang menjadi ungkapan protes pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak hanya diikuti warga Palestina.

Sejumlah politisi juga ikut dalam unjuk rasa tersebut, di antaranya Menteri Kesehatan Jawad Awwad, salah satu pemimpin Hamas Jamal al-Taweel, dan juru bicara Fatah Osama Qawasmeh.

Aktivis lokal Mariam Barghouti menuturkan, kebanyakan para pengunjuk rasa berasal dari dari faksi Fatah.

KOMENTAR ANDA