08121026237 - 081280589457   679B873

Beri Warga Filipina Natal Damai, Duterte Hentikan Gencatan Senjata Dengan Pemberontak

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 21 Desember 2017 - 05.22 WIB | Dibaca : 132 kali
Beri Warga Filipina Natal Damai, Duterte Hentikan Gencatan Senjata Dengan Pemberontak
Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari kelompok pemberontak komunis.

 

Sondinews.  -  Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa (19/12/2017) malam mengumumkan akan menghentikan sejenak operasi penyerangan terhadap kelompok pemberontak komunitas.

Duterte mengatakan, gencatan senjata akan dilakukan selama 10 hari mulai Minggu (24/12/2017) hingga Selasa (2/1/2018) dan berharap dapat memberikan warga Filipina perayaan Natal yang damai.

"Saya ingin orang-orang Filipina merayakan Natal yang bebas stres," kata Duterte kepada wartawan.

"Saya tidak ingin menambahkan lebih banyak tekanan pada penderitaan orang-orang sekarang," tambahnya dikutip dari ABC News.

Disampaikan juru bicara kepresidenan Harry Roque, Presiden Duterte berharap langkah tersebut dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat pada malam Natal.

"Presiden juga berharap tindakan serupa dapat dilakukan kelompok Maois dan pemimpin politik mereka sebagai bentuk isyarat niat baik yang sama," kata dia.

Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari kelompok pemberontak komunis.

Pemerintah Filipina belum lama ini telah memutuskan menghentikan segala bentuk perundingan damai dengan kelompok pemberontak komunis.

Duterte menilai segala iktikad baik dari pemerintah untuk berunding dan mencapai kesepakatan tidak pernah ditanggapi oleh Partai Komunis Filipina (CPP) dan kelompok bersenjata mereka, Tentara Rakyat Baru (NPA).

Duterte pun telah mendeklarasikan kelompok pemberontak yang diperkirakan beranggotakan 3.000 orang tersebut sebagai organisasi teroris.

Pasukan pemberontak disebut kerap menargetkan pertambangan, pertanian, konstruksi dan perusahaan komunikasi dengan menuntut pajak revolusi.

Dana yang terkumpul kemudian dipergunakan untuk membiayai persenjataan dan kegiatan perekrutan.

KOMENTAR ANDA