08121026237 - 081280589457   679B873

Polri Gelar Operasi Nila Cegah Peredaran Narkoba di Akhir Tahun

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 19 Desember 2017 - 10.34 WIB | Dibaca : 147 kali
Polri Gelar Operasi Nila Cegah Peredaran Narkoba di Akhir Tahun
Operasi ini bertujuan untuk memotong jalur suplai, jadi para dealer dan supplier menjadi sasaran target operasi ini untuk ditangkap.

 

Sondinews.  -  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan jajarannya bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan menggelar Operasi Nila jelang pergantian tahun.

Operasi Nila, kata Jenderal Pol Tito, ditujukan untuk mencegah peredaran narkoba di seluruh Indonesia.

"Operasi Nila khusus narkoba menjelang akhir tahun ini. Operasi ini bertujuan untuk memotong jalur suplai, jadi para dealer dan supplier menjadi sasaran target operasi ini untuk ditangkap," kata Jenderal Pol Tito di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/12/2017) kemarin.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini mengungkap, demand atau permintaan akan narkoba meningkat jelang pergantian tahun. Sehingga peredaran narkoba juga meningkat. Hal ini yang menjadi perhatian Polri dan BNN menjelang pergantian tahun.

"Tahun baru karena demand-nya tinggi. Ini tentu menjadi warning," ucap Jenderal Pol Tito.

Selain itu, Jenderal Pol Tito telah menginstruksikan seluruh kapolda dan kapolres untuk memberikan peringatan kepada para pengusaha tempat hiburan malam terkait hal ini.

"Yang ada hiburan night club dan di-warning mereka supaya mereka tidak mentoleransi adanya narkoba pada saat Natal dan Tahun Baru khususnya. Tapi untuk hari yang lain juga enggak boleh sebetulnya," tandas Jenderal Pol Tito.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memastikan polisi belum menemukan potensi ancaman teror pada perayaan Natal dan tahun baru 2018. Namun, Kapolri menegaskan Polri tetap melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Tolong digarisbawahi, sampai saat ini belum ada ancaman teror. Tetapi kami tetap melakukan upaya preemptive strike," tegas Jenderal Pol Tito usai rapat dan video conference dengan sejumlah menteri di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Upaya preemptive strike jelang Natal dan tahun baru 2018 yang dimaksud Tito adalah mengamankan sejumlah orang yang pernah terlibat kegiatan terorisme.

"Mereka yang potensial dan ada kasusnya kami lakukan penangkapan," ucap Kapolri.

Jenderal Pol Tito mengungkapkan pihaknya sudah melakukan operasi penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga pernah terlibat dengan aksi terorisme.

Total yang sudah diamankan berjumlah 20 orang. Lima orang di antaranya ditangkap di Malaysia dan empat lainnya warga Kalbar yang hendak ke Filipina.

"Selain preemptive strike, kami juga melakukan pengamanan terbuka. Kami amankan semua gereja dan tempat kebaktian Natal," terang Jenderal Pol Tito.

KOMENTAR ANDA