08121026237 - 081280589457   679B873

Pererat Hubungan, Kapolri Tito Karnavian Sambangi Panglima TNI Hadi Tjahjanto

 Oleh : Mochtar Siahaan | Senin, 11 Desember 2017 - 19.25 WIB | Dibaca : 130 kali
Pererat Hubungan, Kapolri Tito Karnavian Sambangi Panglima TNI Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkomitmen agar kedua institusi itu tak lagi bentrok.

 

Sondinews.  -  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkomitmen agar kedua institusi itu tak lagi bentrok.

"Kedepan sudah tidak ada yang panas dingin. Saya akan jalan beriringan dengan kapolri dimana wilayah yang terjadi panas dingin," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (11/12/ 2017).

Seringnya terjadi bentrok di lapangan antara kedua institusi itu membuat NKRI dipertanyakan. Seringkali, friksi keduanya malah merugikan masyarakat.

Mempertahankan NKRI dengan cara mensinergikan kedua institusi, menjadi PR untuk panglima TNI baru. Hadi berjanji, bersama Kapolri, Dia akan meneduhkan kedua institusi itu demi jaminan keamanan rakyat dan NKRI.

"Supaya biar rakyat semuanya senang, rakyat tenang. Pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah semua berjalan dengan baik. Saya punya komitmen dengan kapolri, mari kapolri kita jalan beriringan. kemana mana mari berdua," tutur Hadi.

Komitmen senada diucapkan oleh Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. Tito menyebut, TNI adalah mitra Polri yang paling penting. Sebab, TNI-Polri adalah dua pilar yang punya kewajiban menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurut Tito, hanya dengan Polri dan TNI yang solid, merupakan syarat penting untuk terjadinya NKRI serta terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa. Kehadiran Polri dalam agenda sore itu, disebut merupakan salah satu bentuk simbol komitmen dari Polri untuk bersinergi dan solid dengan TNI.

"Kami sepakat dengan panglima TNI, kegiatan ini adalah sekaligus sending message kepada seluruh jajaran, termasuk jajaran kepolisian," kata Tito.

Mengenai seringnya bentrok antara kedua institusi itu, Tito berpendapat bahwa hal itu lumrah. Dia berpandangan, perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak sering terjadi.

Namun, dengan banyaknya jumlah personil pada tiap institusi, membuat pemimpin lepas pantau. Tito mengibaratkan seorang pemimpin laiknya orangtua yang sedang mengurus anaknya.

"Dalam rumah tangga saja suami istri salah pendapat. Kakak adik beda pendapat. Dan nanti juga akan Panglima TNI dan Kapolri selesaikan bila ada beda pendapat. yang jelas tidak boleh sampai ada pelanggaran hukum," pungkas Tito.

Namun, Tito berjanji, bila perbedaan pendapat berlanjut hingga terjadi pelanggaran hukum, Dia pasti akan menindak tegas anggotanya yang berpolemik.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu meyakinkan, seluruh anggota yang rusuh, merupakan oknum yang tidak beres diantara puluhan ribu anggotanya. Kerusuhan bukan terjadi karena digerakan institusi dan pemimpin kedua belah pihak.

"Pasti ada oknum yang tidak beres. Nanti kita tindak tegas mereka. Yang penting komitmennya di tingkat pimpinan, komitmen untuk membangun sinergi yang sebaiknya, yang tulus. Saya kira itu yang paling penting," tutup Tito.

KOMENTAR ANDA