08121026237 - 081280589457   679B873

Pesawat Pengebom AS, Lintasi Semenanjung Korea

 Oleh : M Harahap | Kamis, 07 Desember 2017 - 05.46 WIB | Dibaca : 120 kali
Pesawat Pengebom AS, Lintasi Semenanjung Korea
Pesawat pengebom itu terbang dari Guam--wilayah AS di Pasifik--untuk bergabung dengan jet tempur siluman F-22 dan F-35 dalam latihan di Korea Selatan.

 

Sondinews.  -  Sebuah pesawat pengebom B-1B milik Amerika Serikat terbang melintasi Semenanjung Korea pada Rabu (6/12) dalam rangka latihan militer bersama Korea Selatan. Kegiatan itu dikecam Korea Utara karena dianggap mendorong perairan panas tersebut ke ambang perang nuklir.

Mengutip pernyataan militer Korsel, Reuters melaporkan pesawat pengebom itu terbang dari Guam--wilayah AS di Pasifik--untuk bergabung dengan jet tempur siluman F-22 dan F-35 dalam latihan di Korea Selatan. Latihan yang dimulai pada Senin dan akan berakhir Jumat (8/12) ini dilakukan di tengah ketegangan di semenanjung.

Kegiatan itu juga dilakukan setelah Korea Utara menguji coba peluru kendali balistik antarbenua (ICBM) yang diklaim paling canggih dan bisa mencapai darat Amerika Serikat.

Korea Utara berulang kali mengancam Korea Selatan, Amerika Serikat dan para sekutunya. Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, pada akhir pekan lalu menuding pemerintahan Presiden AS Donald Trump "benar-benar ingin memulai perang nuklir" dengan mengadakan latihan itu.

Media corong propaganda pemerintaha Kim Jong-un itu juga melabeli Trump sebagai "orang gila."

Latihan militer ini di saat yang sama juga bertepatan dengan kunjungan langka dari kepala bidang hubungan politik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jeffrey Feltman.

Sejumlah analis dan diplomat berharap kunjungan Feltman ke Korea Utara bisa berakhir dengan upaya penyelesaia ketegangan internasional di bawah pimpinan PBB.

Media pemerintah Korut mengonfirmasi kedatangan Feltman dan lawatannya pada Selasa malam tanpa menjelaskan secara detail. Setelahnya, KCNA menerbitkan foto pejabat PBB tersebut bersama dua anggota timnya.

Mantan pejabat Kementerian Luar Negeri AS itu adalah pejabat tertinggi AS yang mengunjungi Korea Utara sejak 2012 lalu. Kemlu AS menyatakan dia tidak membawa pesan khusus dari Washington selama kunjungan tersebut.

KOMENTAR ANDA