08121026237 - 081280589457   679B873

KPK Hentikan Pemeriksaan Para Saksi Yang Meringankan Setya Novanto

 Oleh : M Harahap | Selasa, 05 Desember 2017 - 13.08 WIB | Dibaca : 122 kali
KPK Hentikan Pemeriksaan Para Saksi Yang Meringankan Setya Novanto
Dari 14 saksi dan ahli meringankan itu, baru lima orang yang sudah diperiksa penyidik. Sedangkan, sembilan orang lainnya sampai hari ini belum bersedia hadir untuk diperiksa penyidik.

 

Sondinews.  -   Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan pemeriksaan saksi dan ahli meringankan untuk Ketua DPR RI Setya Novanto. Lembaga Antikorupsi tidak akan menjadwal ulang pemeriksaan saksi dan ahli meringankan tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el tersebut. "Penyidik tidak akan memanggil lagi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (5/12/2017).

Menurut Febri, keputusan menghentikan dan tidak menjadwal ulang pemeriksaan itu diambil karena pihak Novanto dan saksi ahli meringankannya tidak kooperatif.

Padahal, penyidik sudah memberikan waktu yang cukup kepada para saksi ahli untuk memenuhi panggilan. "Karena sudah diberikan kesempatan sebelumnya. Seharusnya pihak tersangka SN sudah berkoordinasi," ujar dia.

Febri menegaskan pihaknya telah memenuhi hak Novanto sebagai tersangka dengan memanggil sejumlah saksi dan ahli meringankan tersebut. Namun, KPK tidak memiliki kewenangan untuk memaksa pihak terkait hadir dalam pemeriksaan.

"Tentu KPK tidak bisa memaksakan kehadiran saksi dan ahli meringankan," pungkas Febri.

Setya Novanto dan tim kuasa hukumnya mengajukan 14 saksi dan ahli meringankan ke KPK. Namun, tidak semua hadir memenuhi panggilan penyidik.

Dari 14 saksi dan ahli meringankan itu, baru lima orang yang sudah diperiksa penyidik. Sedangkan, sembilan orang lainnya sampai hari ini belum bersedia hadir untuk diperiksa penyidik.

Sebanyak 14 saksi dan ahli meringankan itu terdiri dari sembilan saksi dan lima ahli. Sembilan saksi yang diajukan Novanto merupakan kader Golkar, yakni Melky Laka Lena, Anwar Puegeno, Idrus Marham, Agun Gunanjar, Robert Kardinal, Aziz Syamsudin, Maman Abdurahman, dan Erwin Siregar. Sedangkan lima ahli yang diajukan Novanto untuk meringankan, yaitu Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, Supaandji, dan Margarito Kamis. Kata Febri, dua saksi telah diperiksa penyidik dalam kasus e-KTP.

KOMENTAR ANDA