08121026237 - 081280589457   679B873

Presiden Yaman Minta Masyarakat Bersatu Melawan Pemberontak Houthi

 Oleh : M Harahap | Selasa, 05 Desember 2017 - 10.30 WIB | Dibaca : 107 kali
Presiden Yaman Minta Masyarakat Bersatu Melawan Pemberontak Houthi
Dia juga meminta penduduk sipil untuk menjauh sekitar 500 meter dari kendaraan militer dan pertemuan kelompok Houthi.

 

Sondinews.  -  Bentrokan yang terjadi di ibukota Yaman, Sanaa, menewaskan mantan presiden Yaman, Ali Abdulah Saleh, yang dibunuh pemberontak Houthi pada Senin (4/12/2017).

Dilansir dari AFP, Presiden Yaman yang diakui secara internasional, Abedrabbo Mansour Hadi, meminta masyarakat Yaman untuk bersatu melawan kelompok Houthi.

"Mari bergandengan tangan untuk mengakhiri kekuasaan kelompok penjahat dan membuka babak baru untuk mengakhiri mimpi buruk Yaman," katanya dari Arab Saudi, di mana dia tinggal dalam pengasingan.

Dia juga meminta penduduk sipil untuk menjauh sekitar 500 meter dari kendaraan militer dan pertemuan kelompok Houthi.

Kematian Saleh menandai titik balik dalam konflik yang membuat ribuan orang tewas, dan menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Konflik ini juga makin menegangkan hubungan Timur Tengah, antara Arab Saudi dan Iran.

Kelompok Houthi mengumumkan kematian Saleh di stasiun televisi milik mereka, Al Masirah.

Saleh, mantan pemimpin Yaman yang memerintah dengan tangan besi selama tiga dekade. Dia juga telah bergabung dengan pemberontak Huthi pada 2014, saat mereka menguasai sebagian besar negara Jazirah Arab termasuk ibukota Sanaa.

Namun, aliansi tersebut terurai dalam sepekan terakhir, dengan pertempuran sengit di ibukota. Kemudian, Saleh ditembak mati oleh pejuang Houthi setelah dia melarikan diri dari kota.

Saleh terpaksa mengundurkan diri pada 2012, setelah pasukannya melakukan tindakan keras terhadap demonstrasi damai yang terinspirasi dari Arab Spring untuk menyerukan pengusirannya.

Saleh selamat dari perang saudara, sebuah pemberontakan di utara, pemberontakan Al Qaeda di selatan dan serangan bom pada Juni 2011 di istananya yang membuatnya terluka parah.

KOMENTAR ANDA