08121026237 - 081280589457   679B873

Martuani Sormin, Putra Desa Yang Menjadi Jenderal

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 07 September 2017 - 12.43 WIB | Dibaca : 189 kali
Martuani Sormin, Putra Desa Yang Menjadi Jenderal
Pelantikan kenaikan pangkatnya dengan bintang dua “bertengger” dipundaknya, itu digelar di Rupatama Markas Besar ( Mabes ) Kepolisian Negara Republik Indonesia, Selasa 5 September 2017.

 

Sondinews.  -  Martuani Sormin Siregar M.Si, lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ) 87, itu kini menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal ( Irjen ) Polisi. Pelantikan kenaikan pangkatnya dengan bintang dua “bertengger” dipundaknya, itu digelar di Rupatama Markas Besar ( Mabes ) Kepolisian Negara Republik Indonesia, Selasa 5 September 2017.

Bertindak sebagai Inspektur Uapacara pada pelantikan, itu Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian dan disaksikan oleh sejumlah Perwira Tinggi dan pejabat utama di Mabes Polri.

Kepala Divisi ( Kadiv ) Propam Polri adalah jabatan strategis dan bergensi. Sebagai Kadiv Propam, Inspektur Jenderal ( Irjen) Polisi Martuani Sormin Siregar M.Si kini tentu ditakuti oleh oknum-oknum Polri yang “nakal”. Kapolri tentu juga berharap banyak pada Martuani Sormin untuk meningkatkan citra Polri.

Lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol )  87, itu adalah putra seorang petani dari Desa Lobu Sonak, Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapunuli Utara, Sumatera Utara. Kelahirandan 30 Mei 1963 menamatkan Sekolah Dasar ( SD) dan Sekolah Menengah Pertama ( SMP ), itu di Lubo Sonak ,Lumban Sormin, sebuah Desa kecil yang jauh dari keramaian, jarakannya dari Kota Medan sekitar 300 Kilometer.

Perlu diketahui, Martuani kecil, lulus SD dengan predikat terbaik atau juara umu Sekolah Dasar se Kecamatan Pangaribuan. P    adahal ketika itu Martuani harus membantu perekonomian orang tuanya dengan berdagang tape singkung, kripik singkon dan jagung rebus. Hal itu dilakoninya setiap hari se pulang dari sekolah. Belum lagi setelah itu harus membawa kompos tanah ke ladang dan kayu bakar ke rumah untuk digunakan memasak. Martuani harus kerja keras untuk membantu perekonomian orang tuanya hingga tamat SMP.

Lulus SMP, Martuani diberangkatkan orangtuanya dari Kampung untuk melanjutkan sekolah di salah satu sekolah di SMA di Ibukota Jakarta. Selama di Jakarta menumpang di rumah keluarga dari Ibunya. Setelah lulus SMP ibunya mengingatkan Martuani agar tidak masuk militer, ibunya khawatir akan keselamatan putranya itu jika masuk militer. Sebab Ibunya berpikir, kalau militer itu kerjanya berperang. Akhirnya Martuani mendaftar masuk Akpol dan lulus dari Akpol tahun 1987, satu angkatan dengan Kapolri, Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian.

Selama di Taruna Akpol, Martuani Sormin dihormati teman-teman seangkatannya, karena sikapnya yang bergaul dan tidak mau menyakiti perasaan teman-temannya.Namun demikian dia memiliki Integritas dan prinsip yang tegas.

Martuani Sormin Siregar kini dikaruniai seorang putra dan putri dari istrinya boru Sianturi. Meskipun sudah berpangkat Inspektur Jenderal dengan dua bintang bertengger dibahunya, Kadiv Propam itu masih bertempat tinggal di Asrama Polri.

Sebelum menjabat Kadiv Propam, Martuani pernah menduduki berbagai jabatan, diantaranya Kapolda Papua Barat, Direktur Reserse Kriminal Umum , Karo Operasi Polda Metro Jaya dan Kapolres.

Ketika menjabat Karo Ops Polda Metro Jaya, ketika itu Kapoldanya dijabat  Irjen Muhammad Tito Karnavian, Kombes Martuani Sormin Siregar terlibat baku tembak dengan teroris yang melakukan pemboman di daerah Jalan MH,Thamrin, Jakarta Pusat.

Hal itu  terjadi tanpa diduganya. Ketika itu Martuani yang sedang rapat minta izin kepada atasannya Kapolda Metro Jaya untuk melihat istrinya yang sedang dirawat di Rumah Sakit. Akan tetapi dalam perjalanan di dengarnya dua kali ledak bom, kemudian kepada supir diperintahkan balik ke belakang. Begitu turun dari mobil, disaksikannya korban- korban, diantaranya anggota Polri tergeletak berlumuran darah, sementara anggota teroris terus melakukan penembakan.

Martuani langsung mengambil keputusan dan bertindak melakukan penembakan membalas tembakan anggota teroris. Peristiwa itu tahun 2016 dan terkenal disebut Bom Thamrin. Semua anggota teroris yang terlibat langsung dilapangan saat itu, tewas. Sementara Martuani yang tidak datang ke rumah sakit siang itu, sempat tidak diomongi oleh istrinya. Istrinya marah, baru esok harinya, setelah mengetahui peristiwa Bom Thamrin, baru diomongi.

Jenderal Martuani Sormin Siregar M.Si bukan hanya kebanggaan Keluarga besar Siregar atau Desa Lobu Sonak, Lumban Sormin, Kecamatan Pangaribuan, Tanpanuli Utara, kini menjadi kebanggaan eknis Batak, bahkan kebanggaan warga Sumatera Utara. Betapa tidak, putra Desa itu kini menjadi salah satu pimpinan Polri dengan jabatan Kepala Divisi Propam Polri, jabatan yang cukup strategis dan bergensi. Melihat integritas dan kinerjanya selama ini, tidak tertutup kemungkinan Kapolri akan mempromosikan jabatan yang lebih strategis lagi nanti. Selamat bertugas Jenderal Martuani dan semoga sukses.

KOMENTAR ANDA