08121026237 - 081280589457   679B873

Militer Filipina Klaim Telah Mengepung Militan Maute di Marawi

 Oleh : M Harahap | Jumat, 23 Juni 2017 - 03.33 WIB | Dibaca : 449 kali
Militer Filipina Klaim Telah Mengepung Militan Maute di Marawi
Militer Filipina menganggap perkembangan ini sebagai satu kemenangan. Namun, negara tetangga seperti Malaysia justru khawatir para militan yang mulai terdesak akan kabur ke wilayah mereka.

 

Sondinews.  -  Setelah lima pekan bertempur di Marawi, militer Filipina berhasil memukul mundur militan Maute dan mengepung kelompok militan tersebut di salah satu sudut kota.

"Pasukan kami menyerbu dari timur dan utara dan kami sudah mengepung tiga jembatan," ujar salah satu komandan tentara Filipina, Christopher Tampus, sebagaimana dikutip Reuters.

Kini, kata Tampus, militan Maute hanya menguasai sekitar 1 kilometer persegi daerah di Marawi. Sisa pasukan Maute pun kini diperkirakan sudah menurun drastis, hingga hanya sekitar 100 orang.

Militer Filipina menganggap perkembangan ini sebagai satu kemenangan. Namun, negara tetangga seperti Malaysia justru khawatir para militan yang mulai terdesak akan kabur ke wilayah mereka.

"Kami khawatir mereka akan masuk ke negara ini dengan menyamar menjadi imigran ilegal atau nelayan asing," ucap Komandan Keamanan Sabah Timur, Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid.

Namun, militer Filipina akan berusaha untuk memberangus kelompok Maute sebelum perayaan Idul Fitri. Mereka optimistis, terutama setelah mengetahui strategi tempur Maute.

Para militan itu masih menggunakan strategi klasik, menembak dan melemparkan bom tangan dari dalam sekolah atau masjid.

Mereka juga kerap memaksa warga sipil berjaga di ruas-ruas jalan untuk menjadi tameng manusia jika militer datang.

Strategi ini dapat terbaca setelah militer berhadapan langsung dengan militan Maute sejak bentrokan pecah pada 23 Mei lalu.

Bentrokan ini bermula ketika militer Filipina melancarkan operasi penangkapan pemimpin kelompok militan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

Tak berapa lama setelah bentrokan pecah, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, langsung mendeklarasikan darurat militer.

KOMENTAR ANDA