08121026237 - 081280589457   679B873

Inggris Perberat Hukuman Para Teroris

 Oleh : Mochtar Siahaan | Senin, 05 Juni 2017 - 07.25 WIB | Dibaca : 468 kali
Inggris Perberat Hukuman Para Teroris
Hal itu berkaitan dengan serangan terbaru yang terjadi di London Bridge dan Borough Market.

 

Sondinews.  -  Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut akan memperbaiki aturan mengenai hukum bagi para teroris. May menegaskan bahwa Inggris akan memperberat hukuman para pelaku teror.

Hal itu berkaitan dengan serangan terbaru yang terjadi di London Bridge dan Borough Market, Sabtu malam (3/6). Serangan yang dilakukan oleh tiga pria bersenjata pisau besar itu, menewaskan tujuh orang dan melukai 48 lainnya.

Ketiga pelaku serangan itu kemudian dilumpuhkan oleh polisi di tempat kejadian.

Atas kejadian itu, May menyebutkan akan menambah hukuman penjara atas pelanggaran terorisme, selain memperbaiki kebijakan dan memperketat aturan internet.

Serangan tersebut merupakan insiden ketiga yang memukul Inggris secara beruntun, setelah serangan di Westminster Bridge pada bulan Maret dan bom bunuh diri yang menewaskan 22 orang di sebuah konser pop di Manchester, kurang dari dua minggu yang lalu.

“Kita tidak bisa dan tidak boleh berpura-pura bahwa semua bisa berjalan seperti biasa,” kata May, saat memberi pernyataan resmi di Downing Street, Minggu (4/6), seperti dikutip AFP.

“Kita sekarang tengah menghadapi ancaman baru dimana terorisme melahirkan terorisme dan pelaku kejahatan terpicu melakukan serangan tanpa rencana matang atau karena terpengaruh propaganda online, melainkan karena meniru teroris lain dan menggunakan jenis serangan yang paling mendasar.”

Adapun atas serangan itu, May menyebut kampanye partainya jelang pemilu sengaja ditunda, namun akan kembali dilanjutkan Senin (5/6) esok. Dia juga menegaskan bahwa Pemilu Parlemter tanggal 8 Juni akan tetap berlangsung.

“Kejahatan tidak boleh diijinkan menghancurkan proses demokrasi, jadi kampanye akan dilanjutkan pada Senin dan Pemilu akan tetap dilaksanakan Kamis,” kata dia.

Selain itu, May juga menyebut ada empat hal yang harus segera diubah.

Pertama, aksi melawan ‘ideologi jahat’ yang menginspirasi terjadinya serangan.

May menuturkan, perlawanan itu tidak bisa dilalukan hanya melalui intervensi militer, tapi harus ada pertahanan dari nilai-nilai pluralistik Inggris yang bisa mengalahkan ujaran kebencian.

Kedua, May mengatakan, dibutuhkan regulasi baru guna mengurangi kesempatan berkembangnya ekstrimis secara online, melalui internet.

“Kita tidak bisa mengijinkan internet jadi zona aman bagi ideologi ini untuk terus berkembang, sehingga regulasi baru harus segera ditetapkan. Kami akan bekerjasama dengan pemerintah negara sekutu untuk mencapai persetujuan tentang aturan internet global,” paparnya.

Ketiga, May menyebut dibutuhkan penguatan kinerja intelijen guna mengidentifikasi pelaku potensial terorisme di seluruh Inggris dan terakhir, memperkuat strategi kontraterorisme.

Dia menambahkan, jika hukuman penjara bagi kejahatan yang berkaitan terorisme, baik yag minor sekalipun, harus ditingkatkan, maka itu pun akan segera dilakukan.

KOMENTAR ANDA