08121026237 - 081280589457   679B873

Polwan Berhijab Gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Sidang Ahok

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 28 Februari 2017 - 09.17 WIB | Dibaca : 1174 kali
Polwan Berhijab Gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Sidang Ahok
Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

 

Sondinews.  -  Mengamankan sidang perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan Polres Metro Jakarta Selatan menerjunkan polwan berhijab.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Iwan Kurniawan mengatakan, polwan berhijab tersebut adalah gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

“Kita tetap ada (Polwan Berhijab), kurang lebih di luar sekitar 60 personel dari polres dan polda,” ujar Kombes Pol Iwan, Selasa (28/2/2017).

Kombes Pol Iwan menjelaskan, Polwan berhijab tersebut selain disiagakan didalam ruang sidang juga akan ditempatkan didepan massa pendemo sebagai fasilitator untuk mendinginkan suasana dengan pendekatan secara humanis jika massa mulai memanas.

“Diluar ada, di dalam ada, sesuai tugas pokoknya masing-masing lah, yang luar melaksanakan kegiatan pengamanan yang orasi, yang di dalam melakukan pemeriksaan-pemeriksan dan penjagaan,” tandas Kapolres.

Seperti diketahui, har ini sidang mendengar kesaksian saksi ahli yakni Dr H Abdul Chair Ramadhan SH, MH, ahli hukum pidana atau Komisi Hukum dan Perundang-Undangan MUI Pusat, yang kedua adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab alias Moh Rizieq, sebagai ahli Agama Islam.

Ahok menjadi terdakwa karena dinilai telah menistakan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu, dalam pidatonya Ahok menyinggung soal Surah Al-Maidah ayat 51. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Bupati Belitung Timur tersebut dengan Pasal 156 (a) KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

KOMENTAR ANDA