08121026237 - 081280589457   679B873

Massa GNPF MUI Datangi Sidang Ahok di PN Jakut

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 13 Desember 2016 - 08.26 WIB | Dibaca : 541 kali
Massa GNPF MUI Datangi Sidang Ahok di PN Jakut
Selain membawa beberapa spanduk yang bertuliskan ‘Penjarakan Penista Agama’ mereka juga meneriakkan yel-yel untuk menangkap Ahok.

 

Sondinews.  -  Gubernur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akan menjalani sidang perdana atas dugaan penistaan agama di Pengadlian Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada. Kali ini status Ahok akan dinaikkan menjadi terdakwa.

Dari pantauan dilokasi, ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berada di depan gedung Pengadilan Negeri Jakarta Utara Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Selain membawa beberapa spanduk yang bertuliskan ‘Penjarakan Penista Agama’ mereka juga meneriakkan yel-yel untuk menangkap Ahok.

“Tangkap, tangkap, tangkap Si Ahok. Tangkap Si Ahok sekarang juga,” teriakan massa GNPF-MUI dilokasi, yang mirip dengan nada lagu cangkul-cangkul.

Salah satu koordinator aksi yang enggan menyebut namanya, mengatakan aksi mereka tidak ada kaitannya dengan politik di Jakarta melainkan murni untuk membela Al-Qur’an.

“Kami bukan orang Jakarta, nggak tau urusan politik Jakarta. Kami hanya berurusan dengan penista agama,” ujarnya.

Tak hanya itu, massa dari GNPF-MUI juga menyanyikan hymne aksi Bela Islam yang biasa dilantunkan saat menggelar aksi super damai di Monas pada 2 Desember 2016.

Saat ini awak media belum diperkenankan masuk ke ruang sidang dikarenakan kapasitas ruangan yang sudah penuh. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Dwiyono menjelaskan terkait penuhnya ruang sidang dan diharapkan massa tidak memaksa masuk ke ruang sidang.

“Perlu kami sampaikan kapasitas tempat sidang hanya 80 dan sudah penuh. Diharapkan masyarakat yang hadir untuk tidak memaksakan kehendak untuk masuk ke ruang sidang dan agar bisa tertib dan mengikuti aturan yang ada,” ujar Dwiyono melalui pengeras suara.

KOMENTAR ANDA