08121026237 - 081280589457   679B873

Kronologi Penyerangan Kapolsek Tangerang Oleh Pemuda di Pos Lalin Cikokol

 Oleh : M Harahap | Kamis, 20 Oktober 2016 - 11.15 WIB | Dibaca : 462 kali
Kronologi Penyerangan Kapolsek Tangerang Oleh Pemuda di Pos Lalin Cikokol
Kejadian berawal saat anggota Kepolisian Sektor Tangerang sedang melaksanakan pengaturan penjagaan pengawalan dan patroli pukul 07.10.

 

Sondinews.  -  Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan penyerangan yang terjadi di pos lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Tangerang, dilakukan seorang pria berinisial SA, 21 tahun.

Kombes Pol Awi menjelaskan, kejadian berawal saat anggota Kepolisian Sektor Tangerang sedang melaksanakan pengaturan penjagaan pengawalan dan patroli pukul 07.10. Tiba-tiba SA datang dan langsung menyerang menggunakan golok secara membabi buta.

"Pelaku juga melempar sumbu menyerupai bahan peledak dua batang," kata Kombes Pol Awi, Kamis, 20 Oktober 2016.

Melihat serangan tersebut, polisi langsung melumpuhkan pelaku dengan beberapa tembakan. "Pelaku tertembak pahanya tiga kali," ujar Kobes Pol Awi.

Saat ini pelaku dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dirawat dan diidentifikasi lebih lanjut. Sedangkan korban penyerangan, yakni Kapolsek Tangerang Kota Komisaris Efendi, yang mengalami luka tusuk di torak jantung, dibawa ke Rumah Sakit Siloam; sementara Iptu Bambang Haryadi, Kepala Unit Pengendalian Massa Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota, yang mengalami luka pada dada kiri dan punggung kiri; dan Bripka Sukardi, anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Benteng, yang mengalami luka pada punggung kanan dan lengan kanan, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu pisau, satu badik beserta sarungnya, satu tas warna hitam, satu sorban putih, dan satu stiker yang menempel di pos lantas. "Kami juga temukan dua benda yang diduga bom pipa terletak di pinggir jalan dan di pinggir kali," ujar Kombes Pol Awi.

KOMENTAR ANDA