08121026237 - 081280589457   679B873

Masih Masa Berkabung, Thailand Subsidi Pakaian Hitam Bagi 8 Juta Warganya

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 19 Oktober 2016 - 11.26 WIB | Dibaca : 1121 kali
Masih Masa Berkabung, Thailand Subsidi Pakaian Hitam Bagi 8 Juta Warganya
Menteri Keuangan Thailand Somchai Sujjapongse mengatakan, sekitar 400 juta baht atau setara dengan Rp148 miliar telah dialokasikan negara untuk pengadaan kaus hitam gratis.

 

Sondinews.  -  Pemerintah Thailand menganggarkan dana hingga setara miliaran rupiah untuk subsidi pakaian hitam bagi sekitar delapan juta warga miskin selama masa berkabung kematian Raja Bhumibol Adulyadej.

Menteri Keuangan Thailand Somchai Sujjapongse mengatakan, sekitar 400 juta baht atau setara dengan Rp148 miliar telah dialokasikan negara untuk pengadaan kaus hitam gratis yang akan didistribusikan oleh berbagai bank pemerintah tersebut.

Hal ini dilakukan pemerintah Thailand agar masyarakat yang berpenghasilan rendah bisa tetap menggunakan kaus hitam sebagai simbol rasa berkabung mereka terhadap kematian Bhumibol pada pekan lalu.

"Walaupun pemerintah telah menjelaskan bahwa memakai kaus hitam bukan kewajiban,

Kementerian Keuangan berpendapat akan lebih baik jika masyarakat berpenghasilan rendah juga bisa memakai busana hitam untuk ikut berkabung bagi mendiang raja," tutur Somchai seperti dikutip Independent, Rabu (19/10/2016).

Warna hitam memang menjadi warna berkabung bagi masyarakat Thailand. Namun, warna putih juga tak jarang dikenakan warga sebagai simbol kesucian dari sang raja.

Sehari setelah Raja Bhumibol dinyatakan meninggal Kamis lalu, masyarakat Thailand berbondong-bondong mengenakan busana serba hitam. Melihat antusiasme masyarakat, Wakil Perdana Menteri Thailand Somkid Jatusripitak menyerukan pabrik garmen untuk meningkatkan produksi mereka. 

Kaus hitam langka

Produsen pakaian seperti pusat-pusat pewarnaan pakaian terlihat semakin sibuk belakangan ini. Beberapa pengecer telah kehabisan stok kaus hitam. Mereka akan buka terus hingga Oktober untuk memenuhi target produksi kaus hitam.

Masyarakat juga bisa menyumbangkan pakaian-pakaian lama untuk bisa diwarnai menjadi hitam dan disumbangkan kepada orang lain yang membutuhkan. Langkanya pakaian hitam membuat para pedagang menaikkan harga.

"Terkait harga jual kaus hitam meningkat, Kementerian perdagangan telah mengerahkan tim untuk melakukan inspeksi ke vendor-vendor pakaian. (Inspeksi) dilakukan guna memastikan tidak ada penjualan kaus hitam dengan harga mahal," ucap Juru Bicara Perdana Menteri Thailand.
Kepada Reuters, pedagang di Bangkok angka penjualan busana serba hitam memang meningkat. Namun mereka membantah telah memanfaatkan itu untuk meningkatkan harga jual.
Salah satu penjual pakaian, Songkhan Tansonan menjual sekitar 200 kaus hitam pada Sabtu lalu. Bahkan sebelumnya Songkhan mengaku dapat menjual kaus hitam sebanyak 400 buah dalam sehari.
"Kebanyakan orang membeli kaus hitam. Saya membeli kaus sekitar 90 Baht dari pedagang grosir dan menjualnya lagi dengan harga 120 Baht atau 130 Baht," kata Songkhan.
Seorang pembeli, Nongrak Bantaotuk, membeli kaus hitam untuk dia dan keluarganya. Ia mengatakan memang ada perbedaan harga jual kaus hitam yang belakangan meningkat dari pada hari-hari biasanya.
"Kalau dibandingkan, harga kaus hitam memang meningkat saat ini. Tapi ini bukan soal harga," ucap Nongrak.  

KOMENTAR ANDA