08121026237 - 081280589457   679B873

Barack Obama Himbau Pemilih Demokrat Dukung Hillary Clinton

 Oleh : M Harahap | Jumat, 29 Juli 2016 - 05.46 WIB | Dibaca : 546 kali
Barack Obama Himbau Pemilih Demokrat Dukung Hillary Clinton
Obama memuji Clinton pada konvensi nasional Partai Demokrat di Philadelphia, menyebutnya pribadi paling layak untuk mencapai Gedung Putih.

 

Sondinews.  -  Presiden Amerika Serikat Barack Obama memohon pemilih untuk memberikan suara kepada Hillary Clinton pada pilpres November mendatang.

Obama memuji Clinton pada konvensi nasional Partai Demokrat di Philadelphia, menyebutnya pribadi paling layak untuk mencapai Gedung Putih.

Ia mengatakan, pemilih menghadapi pilihan antara harapan dan rasa takut – serangan terhadap capres partai Republik, Donald Trump.

Namun Trump menolak gambaran optimis Presiden Obama. “Negara kita tak terasa ‘sudah hebat’ bagi jutaan orang yang hidup dalam kemiskinan, kekerasan, dan keputusasaan,” cuitnya di Twitter.

Wakil Presiden Joe Biden juga menyampaikan pidato yang bersemangat, menyebut Trump “mendukung penyiksaan (tahanan)”, “intoleransi agama”, dan “mengkhianati nilai kita”.

“Dia sama sekali tak tahu apa yang membuat Amerika hebat,” kata Biden. Kemudian massa mulai berseru, “Tidak tahu!”

Presiden Obama menutup acara sore itu dengan menceritakan kembali pencapaian kuncinya selama delapan tahun menjabat serta memaparkan gambaran masa depan yang optimis bagi negeri itu.

“Malam ini, saya minta kalian memberikan Hillary Clinton apa yang kalian berikan kepada saya. Saya minta kalian mengusung dia sebagaimana kalian mengusung saya dahulu.”

Setelah Presiden Obama selesai berbicara, Clinton bergabung dengannya di atas panggung. Kemudian mereka berpelukan.

Sebanyak 70% warga Amerika menganggap negeri ini salah jalur, menurut pengusaha hotel itu, yang menepis semua prediksi dengan memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Republik.

Hillary Clinton akan resmi menerima pencalonan dari Partai Demokrat pada Kamis (28/07) dan menyiapkan persaingan dalam pilpres melawan Trump pada November kelak.

KOMENTAR ANDA