08121026237 - 081280589457   679B873

Pimpinan Universitas Trisakti Laporkan Seorang Rektornya ke Polda Metro Jaya

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 27 Juli 2016 - 17.57 WIB | Dibaca : 1177 kali
Pimpinan Universitas Trisakti Laporkan Seorang Rektornya ke Polda Metro Jaya
Rektor Edy Suandi Hamid dilaporkan sehubungan dengan pemalsuan surat yang mengatasnamakan Usakti,

 

Sondinews.  -  Profesor Edy Suandi Hamid kembali membuat ulah, setelah sebelumnya pelantikan Rektor Universitas Trisakti (Usakti) versi Yayasan Trisakti ini mendapatkan penolakan keras dari seluruh Sivitas Akademika Usakti, dikarenakan proses pelantikan Edy tidak melalui prosedur yang benar. Kali ini Edy harus berurusan dengan pihak yang berwajib, karena yang bersangkutan dilaporkan  Pimpinan Usakti ke Polda Metro Jaya.

Dalam surat Tanda Bukti Lapor bernomor TBL/3546/VII/206/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 27 juli 2016, disebutkan bahwa Edy Suandi Hamid dilaporkan sehubungan dengan pemalsuan surat yang mengatasnamakan Usakti, dan disebarkan pada para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pasca Sarjana, Kepala Lembaga Penelitian dan Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Usakti.

“Bukti-bukti sudah kami serahkan kepada pihak Polda Metro, yaitu berupa surat yang mengatasnamakan dirinya sebagai Rektor Usakti, padahal Rektor Usakti masih Thoby Mutis, dalam surat surat tersebut pun menggunakan stempel palsu, karena stempel asil Universitas tidak seperti itu,”. Demikian diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Karyawan Universitas Trisakti, Advendi Simangunsong, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (27/7).

Advendi menyebukan bahwa dengan beredarnya surat palsu tersebut tentunya membuat resah Sivitas Akademika Usakti, dari mulai mahasiswa karyawan, dosen dan para alumni. “Semua menjadi resah, semua bertanya-tanya apa di Trisakti sudah ada pergantian rektor, kami tegaskan belum ada pergantian rektor,” ujar Advendi yang didampingi oleh kuasa hukum serta puluhan Karyawan Universitas Trisakti.

Kejanggalan lainnya adalah dalam surat tersebut Edy meminta agar para penerima surat tersebut menghubungi Sekretariat Sementara Rektor Usakti tanpa disebutkan alamat dan hanya berupa nomor ponsel. “Mana mungkin universitas sebesar Trisakti kok memiliki sekretariat sementara, kampus kami sudah jelas-jelas memiliki gedung rektorat di kampus Usakti Grogol,” tegas Advendi.

Advendi menyebutkan bahwa yang bersangkutan bukanlah Dosen, Karyawan, maupun Tenaga Honorer Usakti, dan tidak pernah berbakti di Usakti sedikitpun, bahkan ia sendiri pun tidak mengenal secara pribadi, oleh karenanya Advendi mengakui dirinya belum mengatahui latar belakang yang bersangkutan mengaku-ngaku menjadi Rektor Usakti bahkan membawa-bawa nama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) dalam suratnya tersebut.

“Kita kan menghormati Menteri sebagai simbol Negara, kok yang bersangkutan berani-beraninya mencatut nama Menteri, apa motifnya? mudah-mudahan dengan pengaduan ini bisa membuka  tabir lebih jelas,” Ujar Advendi.

Akibat ulahnya tersebut, Edy terancam pasal 263 tantang pemalsuan surat dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun, dan pasal 378 tentang penipuan dengan ancaman pidana penjara maksimal 4 tahun.

KOMENTAR ANDA