08121026237 - 081280589457   679B873

Pendeta Yang Dibunuh Dalam Gereja Diduga Dilakukan ISIS

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 26 Juli 2016 - 20.57 WIB | Dibaca : 689 kali
Pendeta Yang Dibunuh Dalam Gereja Diduga Dilakukan ISIS
Pendeta Jacques Hamel tewas setelah dua pria menyerbu masuk saat gereja tengah menggelar misa.

 

Sondinews.  -  Penyanderaan di gereja katolik di Normandy, Prancis adalah serangan teror yang dilakukan atas nama ISIS, demikian dikatakan Presiden Francois Hollande.

Penyanderaan yang dilakukan dua pria di satu gereja di kota Saint-Etienne-du-Rouvray pada Selasa (26/7) pagi menewaskan satu pendeta berusia 84 tahun.

Pendeta Jacques Hamel tewas setelah dua pria menyerbu masuk saat gereja tengah menggelar misa. Selain pendeta yang tewas, dua suster dan dua jamaah gereja disandera. Salah satu sandera mengalami luka serius yang mengancam jiwanya, demikian dikatakan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Pierre-Henry Brandet.

Penyanderaan berakhir setelah dua pelaku tewas ditembak polisi.

Kurang dari dua pekan yang lalu, ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kota Nice. Satu sopir sengaja menabrakkan trukknya ke kerumunan yang tengah merayakan Hari Bastille di Nice. Delapan puluh empat tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat serangan yang diklaim oleh ISIS sebagai serangan balasan terhadap negara anggota koalisi yang memerangi mereka.

Menurut CNN, salah satu pelaku pernah mencoba ke Suriah tahun lalu. Namun aparat keamanan di Turki berhasil menangkapnya dan mengembalikannya ke Prancis.

Pihak berwenang Prancis memasukkannya ke penjara pada bulan Mei 2015 dan sebelum dibebaskan, pelaku dalam pengawasan polisi dan diharuskan mengenakan alat monitor.

Lebih dari 10 ribu orang yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional dalam pengawasan polisi. Namun Prancis kerepotan untuk mengawasi radikal Islamis yang ada di negara mereka. Presiden Hollande berjanji untuk menggandakan jumlah petugas pengawas.

KOMENTAR ANDA