08121026237 - 081280589457   679B873

Jenderal Badrodin Haiti Kamis Serahkan Tongkat Komando Kapolri Pada Tito Karnavian

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 12 Juli 2016 - 16.07 WIB | Dibaca : 1649 kali
Jenderal Badrodin Haiti Kamis Serahkan Tongkat Komando Kapolri Pada Tito Karnavian
Dilantiknya Tito Karnavian sebagai Kapolri, otomatis menjadi pemimpin tertinggi Polri.

 

Sondinews. -  Presiden Joko Widodo di Istana Negara Rabu, 13 Juli 2016 melantik Jenderal Pol. Drs.Muhammad Tito Karnavian MA PhD sebagai Kapolri ( Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ) menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, yang akan menyerahkan tongkat Komando Kapolri hari Kamis 14 Juli 2016.

Lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ) Angkatan 1987 itu tergolong Jenderal Polisi termuda pada pasca reformasi ini, yang dipercaya Presiden untuk memimpin Polri. Dilantiknya Tito Karnavian sebagai Kapolri, otomatis menjadi pemimpin tertinggi Polri, termasuk pemimpin bagi para senior-seniornya dari empat angkatan diatasnya, yakni lulusan Akpol angkatan 1983, 1984, 1985 dan 1986.

Keputusan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengangkat Tito Karnavian sebagai Kapolri disambut hangat oleh institusi Polri dan masyarakat luas. Di mana sejak namanya dikirim Presiden ke DPR untuk mendapat persetujuan, tidak ada penolakan. Sebaliknya Intitusi Polri, elite politik di DPR dari semua Fraksi dan masyarakat luas justru mendukung mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polri itu sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Bradrodin Haiti yang bulan Juli 2016 ini pensiun sebagai anggota Polri aktif.

Tito Karnavian, lulusan terbaik Akpol angkatan 1987 itu, dihadapan wakil-wakil rakyat di DPR berjanji akan melakukan reformasi di institusi Polri. Hanya anggota Polri yang memiliki prestasi, kompetesi dan integritas yang akan dipromosikan menduduki jabatan strategis. Selain itu, segala macam bentuk pungutan dan suap akan diberantasnya di institusi Polri dan pelayanan kepada masyarakat akan ditingkatkan. Kemudahan-kemudahan akan diberikan pada masyarakat yang datang berurusan dengan isntitusi Polri. Demikian janji mantan Kapolda Papua itu saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR-RI pada bulan Juni 2016.

Sejak lulusan Akpol, Tito Karnavian banyak bertugas dalam dunia reserse. Selanjutnya setelah berpangkat perwira menengah, putra seorang wartawan kelahiran Palembang itu banyak bertugas memburu para teroris hingga berhasil menghentikan petualangan gembong teroris Ir.Azahari dan Nurdin M.Top. Kedua gebong teroris yang sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat Indonesia itu tewas dalam perburuan Tito Karnavian bersama bawahannya.

Kini Tito Karnavian menjadi pimpinan tertinggi Polri. Dengan di tangannya tongkat Komando tertinggi Polri, tentu masyarakat Indonesia berharap banyak, terutama dalam pemberantasan kejahatan teroris yang selama ini menghantui masyarakat. Masyarakat dunia kini juga dihantui kejahatan teroris, terutama aksi-aksi bom bunuh diri yang dijadikan sebagai senjanta pamungkas oleh kelompok  teroris.

Seperti diketahui masyarakat dunia, termasuk masyarakat Indonesia di seantero nusantara, bahwa para teroris itu seenaknya saja membunuh orang-orang tak berdosa dengan bom dan bom bunuh dirinya. Kiranya di era kepemimpin Tito Karnavian, Densus 88 Anti Teror Polri lebih diperkuat lagi, baik dari segi anggaran maupun jumlah anggotanya. Kalau memungkinkan, anggota Densus 88 Anti Teror Polri di sebar di seluruh Polda.Hari Kamis 14 Juli 2016, Jenderal Badrodin Haiti akan menyerahkan tongkat komando Kapolri kepada Jenderal Tito Karnavian. Selamat bertugas Jenderal Tito, rakyat mendukungmu.

KOMENTAR ANDA