08121026237 - 081280589457   679B873

KPK Dalami Keterlibatan Hakim dalam Suap Panitera PN Jakarta Pusat

 Oleh : Mochtar Siahaan | Jumat, 01 Juli 2016 - 22.17 WIB | Dibaca : 519 kali
KPK Dalami Keterlibatan Hakim dalam Suap Panitera PN Jakarta Pusat
M. Santoso batu resmi jadi tersangka KPK. Status sama diberikan kepada Raoul Adhitya pengacara dari kantor Wiranatakusumah Legal & Consultant; dan Ahmad Yani, staf Raoul.

 

Sondinews.  -  Komisi Pemberantasan Korupsi segera mengembangkan perkara penyuapan ke Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat M. Santoso. Lembaga Antikorupsi mendalami dugaan keterlibatan hakim dalam perkara ini.

"Anggota masih di lapangan, kemungkinan ke hakim bisa," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (1/7/2016).

Menurut dia, penyidik juga menelusuri lebih jauh sumber dana suap sebesar SGD28.000 kepada Santoso. "Sumber uang bisa ditemukan dari pihak yang punya perkara," jelas dia.

Namun, Basaria belum mau bicara banyak soal pengembangan perkara ini. Pasalnya, kasus suap ini baru saja terbongkar. Diketahui, M. Santoso batu resmi jadi tersangka KPK. Status sama diberikan kepada Raoul Adhitya Wiranatakusumah, pengacara dari kantor Wiranatakusumah Legal & Consultant; dan Ahmad Yani, staf Raoul.
Santoso dan Ahmad Yani diketahui ditangkap KPK pada Kamis 30 Juni 2016 kemarin. Keduanya, dicokok usai bertransaksi suap terkait penanganan perkara yabg ditangani PN Jakpus.
Saat mengamankan Santoso, KPK menemukan SGD28 ribu yang dikemas dalam dua amplop coklat. Fulus itu berasal dari Raoul yang diantarkan Ahmad Yani untuk Santoso.
Duit diduga sebagai suap untuk memenangkan perkara perdata PT Kapuas Tunggal Persada yang digugat PT Mitra Maju Sukses. Kemarin, majelis hakim PN Jakpus baru memenangkan PT KTP yang dibela Raoul.
Santoso pun jadi tersangka penerima suap. Dia dikenakan Pasal 12 huruf a atau b atau c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Raoul dan Ahmad Yani jadi tersangka pemberi suap. Mereka disangkakan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Santoso dan Ahmad Yani segera ditahan. Sementara, pada operasi tangkap tangan kemarin, KPK belum menciduk Raoul yang kini posisinya masih dicari penyidik.

KOMENTAR ANDA