08121026237 - 081280589457   679B873

Beban Berat Diletakkan Dipundak Jenderal Tito Karnavian

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 30 Juni 2016 - 15.24 WIB | Dibaca : 1652 kali
Beban Berat Diletakkan Dipundak Jenderal Tito Karnavian
Rakyat Indonesia selama ini berharap Polri dipimpin oleh seorang Jenderal yang memiliki kapasitas dan integritas tinggi.

 

Sondinews.  - Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komisaris Jenderal ( Komjen ) Pol. Drs. Muhammad Tito Karnavian sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol.Badrodin Haiti, tentu sangat mengejutkan bagi anggota Polri, terutama bagi sebagian seniornya perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ) Angkatan 83, 84, 85, 86. Akan tetapi mayoritas anggota Polri yang tersebar di seantero nusantara, kita yakin menyambut gembira keputusan Presiden tersebut, terlebih-lebih rakyat Indonesia.

Rakyat Indonesia selama ini berharap Polri dipimpin oleh seorang Jenderal yang memiliki kapasitas dan integritas tinggi. Keputusan Presiden memilih Komjen Pol.Tito Karnavian dinilai masyarakat justru sangat tepat dan secara politik disebut banyak pihak merupakan keputusan berani. Hal itu tergambar dari opini yang disiarkan media massa, terutama media online, tidak ada yang memberi menilaian negatif, sebaliknya masyarakat justru menyambut dan mendukungnya.

Dukungan itu juga tergambar ketika Tito Karnavian menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR-RI di gedung DPR Senayan, Jakarta Pusat, Kamis , 23 Juni 2016 dan dalam Sidang Paripurna DPR yang dihadiri semua fraksi di DPR, Senin 27 Juni 2016. Di mana semua fraksi menyetujui dan mendukung Tito Karnavian sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol.Badrodin Haiti, yang pada bulan juli 2016 ini pensiun sebagai anggota Polri aktif.

Namun demikian, dibalik dukungan itu dipundaknya diletakkan beban yang sangat berat. Semua pihak, terutama Presiden dan rakyat Indonesia berharap Tito Karnavian mampu membangan Polri menjadi Polisi yang benar-benar profesional dalam melaksakan tugasnya sebagai penegak hukum dan dicintai rakyat. Apa yang disampaikan Tito Karnavian ketika Fit And Proper test, yakni bila dirinya menjadi Kapolri akan melakukan reformasi diberbagai bidang di institusi Polri, termasuk memberantas segala bentuk pungli dan penyalahgunaan  wewenang di institusi Polri.

Tito Karnavian dalam fit and proper test di DPR telah menegaskan, jika dirinya menjadi Kapolri, dia hanya akan mempromosikan atau mengangkat seseorang untuk menduduki jabatan apabila anggota yang bersangkutan mempunyai prestasi,kapasitas, integritas dan tidak tercela. Pernyataannya itu dapat kita artikan bahwa selama kepemimpinannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) akan diberantas KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ).

Pernyataannya atau janjinya dihadapan anggota Komisi III DPR saat menjalani fit and proper test itu disambut anggota Polri di seantero nusantara. Mengapa ? itu berarti selama ini banyak anggota Polisi yang memiliki prestasi, kapasitas dan integritas justru tidak pernah mendapat kesempatan untuk dipromosikan. Hal itu juga dicetuskan sejumlah Pamen Polri berpangkat AKBP dan Kombes yang dihubungi penulis, namun mereka tidak mau disebutkan namanya. “Pak Tito tau itu, itu sebabnya kita menyambut dan mendukung Pak Tito menjadi Kapolri”, kata para sejumlah Pamen Polri dari berbagai Polda yang dihubungi penulis.

Lebih radikal lagi pernyataan para anggota Polri berpangkat Kompol dan AKBP lulusan Akademi Kepolisian ( Akpol ). Menurut mereka, termasuk yang sangat mendesak perlu di reformasi tes ujian masuk SESPIM dan SESPIMTI. Untuk bisa lulus Sespim atau Sespimti bukan karena kepintaran atau kapasitas dan peringkat, akan tetapi yang paling menentukan bisa lulus dan diterima adalah “hubungan”.

“Jangan harap bisa lulus kalau tidak ada hubungan”, ujar sejumlah Pamen berpangkat AKBP dan Kombes dari berbagai matra Kepolisian kepada penulis ketika diminta tanggapannya tentang keputusan Presiden menunjuk Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Para perwira menengah Polri itu menyatakan penunjukan Tito Karnavian sebagai Kapolri sudah tepat. Mereka pada umumnya mengetahui prestasi Tito. Para Pamen Polri itu juga tidak meragukan kapasitas dan integritas mantan Kepala Densus 88 Anti Teror Polri itu. Bahkan menurut mereka, tidak ada cela untuk menghambatnya Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Memang tidak berlebihan apa yang dikemukakan para Perwira Menengah Polri tersebut. Seperti dikemukakan, sebenarnya mereka ingin secara terbuka menyampaikan penilaian dan harapannya. Akan tetapi karena terikat aturan, di mana mereka tidak diperbolehkan memberi komentar di media massa.

Penulis yang sudah puluhan tahun bertugas sebagai wartawan yang meliput berita di kepolisian dan mengamati perkembangan kepolisian dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun hingga puluhan tahun dengan kapolri silih berganti sejak tahun 70-an, mungkin tidak berlebihan kalau penulis katakan, bahwa penunjukan Tito Karnavian sebagai Kapolri paling memenuhi semua kreteria, termasuk ditinjau dari kapasitas dan integritas. Memang tidak ada cela untuk dijadikan alasan untuk menolaknya sebagai kapolri, sebaliknya justru saat ini Tito Karnavian pilihan terbaik untuk memimpin Polri dan meningkatkan citra Polri.

Tito Karnavian memang membutuhkan dukungan dari para seniornya, namun demikian dengan para seniornya perlu adanya satu kesepakatan, yakni melaksanakan reformasi di semua bidang di institusi Polri untuk menjadikan anggota Polri dalam menjalankan tugasnya benar-benar profesional dan dicintai rakyat. Memberantas segala bentuk KKN di semua bidang di kepolisian, termasuk penerimaan anggota Polri baru dan dibidang pendidikan di semua jenjang.

Oleh karena itu tugas yang dibebankan di pundak Muhammad Tito Karnavian sebagai Kapolri sungguh sangat berat. Kita yakin, anak seorang wartawan itu mampu melakukannya. Beban dipundaknya memang berat, namun beban itu akan menjadi ringan apabila masyarakat mendukungnya. Dukungan itu diantaranya ikut mengawasi kinerja Polri dan mengawasi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang atau pungli. Selamat bekerja Pak Tito, dipundak anda harapan masyarakat diletakkan.

KOMENTAR ANDA