08121026237 - 081280589457   679B873

KPK: Tidak Ada Korupsi di Lahan Sumber Waras

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 14 Juni 2016 - 14.21 WIB | Dibaca : 470 kali
KPK: Tidak Ada Korupsi di Lahan Sumber Waras
Maka kasus hukum pembelian lahan Sumber Waras sudah selesai.

 

Sondinews.  -   Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku pihaknya tidak menemukan perbuatan melawan hukum dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Hal itu berdasarkan penyelidikan oleh penyidik KPK.

"Jadi penyidik kami tidak menemukan perbuatan melawan hukumnya. Nah oleh karena itu jalan satu-jalannya kita lebih baik mengundang BPK," kata Agus saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, diskors, Selasa (14/6/2016).

Karena penyelidikan tidak menemukan perbuatan melawan hukum, kata Agus, maka kasus hukum pembelian lahan Sumber Waras sudah selesai. "Kalau dari situ kan berarti sudah selesai. Perbuatan melawan hukumnya selesai, ya kan," ujar Agus.

Kasus ini mencuat ketika BPK menemukan perbedaan harga nilai jual objek pajak (NJOP) pada lahan di sekitar RS Sumber Waras di Jalan Tomang Utara dengan lahan rumah sakit itu sendiri di Jalan Kyai Tapa. BPK menaksir kerugian negara mencapai Rp191 miliar.

Karena itu, jelas Agus, pihaknya akan mengonfrontir temuan BPK tersebut dengan hasil penyelidikan lembaga antirasuah itu. "Kita akan ketemukan BPK dengan penyidik kita," jelas Agus.

Agus menjelaskan, dalam penyelidikan pihaknya juga mengundang para ahli dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Masyarakat Anti Korupsi (MAKI).

"Jadi mereka (penyidik) mengundang itu, dan menyandingkan dengan temuan-temuan BPK. Tapi kami perlu hati-hati, tidak semua saran kita putuskan iya. Makanya tadi saya bilang mau ketemu lagi dengan satu instansi, kita pengin undang BPK untuk ketemu dengan penyidik kita," imbuh Agus.

Mantan Kepala LKPP ini juga memastikan, dalam waktu dekan akan mengundang Ketua BPK Harry Azhar Azis untuk dikonfrontir dengan temuan hasil penyelidikan KPK. "Dalam waktu dekat inilah, apakah minggu depan atau minggu berikutnya, pokoknya sebelum Hari Raya," kata Agus.    

KOMENTAR ANDA