08121026237 - 081280589457   679B873

Perjuangan Koalisi Masyarakat Sipil Terhadap Terduga Teroris Siyono Menarik Disimak

 Oleh : Mochtar Siahaan | Jumat, 20 Mei 2016 - 12.54 WIB | Dibaca : 723 kali
Perjuangan Koalisi Masyarakat Sipil Terhadap Terduga Teroris Siyono Menarik Disimak
Bagaimanapun perjuangan KMS itu akan disambut gembira oleh kelompok teroris dari tempat persembunyiannya, yang mungkin sedang merencanakan aksi teror.

 

Sondinews. -  Perjuangan kelompok yang menamakan dirinya Koalisi Masyarakat Sipil  (KMS ) untuk almarhum Siyono, terduga teroris yang tewas “ditangan” anggota Densus 88 Anti Teror Polri karena berusaha melarikan diri, tentu menarik disimak. Mengapa ? Tentu bagaimanapun perjuangan KMS itu akan disambut gembira oleh kelompok teroris dari tempat persembunyiannya, yang mungkin sedang merencanakan aksi teror.

Kita yakin bahwa kelompok tersebut tidak bermaksud sedikitpun untuk membela perbuatan para teroris, yang tega membunuh orang-orang tak berdosa itu. Akan tetapi, perjuangan kelompok  tersebut dalam kasus Siyono , jelas akan disambut gembira oleh kelompok teroris. Para teroris itu setidaknya merasa, bahwa ada kelompok di luar kelompoknya yang memperhatikan dan memperjuangkan Hak Asasi Manusia ( HAM ) almarhum Siyono, terduga teroris itu.

Setelah peristiwa “Bom Thamrin” di Jakarta, Kamis 14 Januari 2016, Densus 88 terus melakukan perburuan terhadap kelompok teroris. Di mana dari berbagai daerah berhasil ditangkap  sejumlah tersangka teroris, diantaranya terduga teroris Siyono ditangkap di daerah Klaten.

Berbagai media massa,  baik media online, televisi dan media cetak, dalam pemberitaannya menyebutkan Siyono adalah terduga teroris yang sudah menjadi TO ( Target Operasi  ) Densus 88 dan masuk DPO ( Daftar Pencarian Orang ). Berita bersumber dari pihak Mabes Polri itu lebih lanjut menyatakan, terduga teroris Siyono ketika dalam pengembangan pemeriksaan berusaha melarikan diri dengan melakukan perlawanan terhadap anggota Densus 88 yang mengawalnya.

Siyono memang tewas “ditangan” anggota Densus 88 Anti Teror Polri. Anggota Densus yang menyebabkan tewasnya terduga teroris itu, telah diperiksa oleh Propam Polri. Di mana dari hasil pemeriksaan itu terungkap adanya kesalahan prosedur sehingga terjadi peristiwa yang menewaskan Siyono.

Atas meninggalnya terduga teroris itu, pihak Densus 88 yang menyesali peristiwa tersebut berusaha melakukan pendekatan pada keluarga Siyono dengan memberi uang duka Rp 100 juta. Sementara Kapolri Jenderal Badrodin Haiti secara tegas telah menyatakan, proses hukum atas kematian Siyono akan tetap berlanjut.

kelompok yang menamakan dirinya KMS itu tidak dapat menerima peristiwa kematian Siyono itu hanya ditangani pihak Kepolisia. Uang duka Rp 100 juta yang diberikan Densus 88 itu dipersoalkan KMS dan menyerahkan uang duga itu pada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).

KPK didesak supaya mengusut sumber dana uang duka itu dan melakukan penelitian terhadap rekening-rekening tertentu, apakah ada gratifikasi atau suap, demikian pernyataan KMS itu usai menyerahkan uang duga itu ke KPK.

Sejak peristiwa Bom Bali , 12 Oktober 2002 hingga Bom Thamrin di Jakarta, 14 Januari 2016, sudah cukup ribuan orang tak berdosa tewas mengenaskan dan mengalami cacat tubuh seumur hidup akibat aksi bom oleh kelompok teroris. Gereja-gereja banyak di bom oleh kelompok teroris saat jemaatnya sedang beribadah, sehingga korban berjatuhan. Para korban teror tersebut, seperti selama ini belum pernah mendapat pembelaan sebagaimana pembelaan terhadap terduga teroris Siyono. Begitu dahsyatnya pembelaan HAM terhadap terduga teroris Siyono maupun keluarganya. Pembelaan kelompok KMS ini dihormat oleh Polri. Polri menghormati apa yang dilakukan KMS itu, kata Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar di Jakarta Kamis 19 Mei 2016.

KOMENTAR ANDA