08121026237 - 081280589457   679B873

Kapolda Metro, Tidak Ada Keharusan Penyidik Mencari Dua Alat Bukti Yang Diminta Jaksa

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 11 Mei 2016 - 13.15 WIB | Dibaca : 618 kali
Kapolda Metro, Tidak Ada Keharusan Penyidik Mencari Dua Alat Bukti Yang Diminta Jaksa
Apabila berkasnya tetap dikembalikan, maka sesuai KUHAP kita harus bebaskan tersangka ( Jessica –Red ).

 

Sondinews. -  Mengenai berkas perkara tersangka Jessica Kumala Wongso yang kini di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, sebaiknya ditunggu saja, apakah akan dikembalikan lagi kepada penyidik atau dinyatakan lengkap. Demikian Kapolda Metro, Irjen Pol.Drs.Moechgiyarto menjawab pertanyaan Wartawan seusai acara pelantikan sejumlah pejabat utama dan Kapolres di jajaran Polda Metro Jaya, Rabu, 11 Mei 2016.

“Apabila berkasnya tetap dikembalikan, maka sesuai KUHAP ( Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana ) kita harus bebaskan tersangka ( Jessica –Red ). Jadi kita tunggu saja, apakah dikembalikan atau dinyatakan lengkap “, ujar Jenderal bintang dua itu.

Sebenarnya kalau mengacu kepada pasal 183 KUHAP, menurut Kapolda Metro Jaya, seyogyanya berkas perkara Jessica diserahkan ke pengadilan oleh pihak Kejaksaan, karena hakim yang dapat memutuskan apakah seseorang tersangka itu dihukum atau dibebaskan atau dilepaskan dari tuntutan hukum. Namun dalam kasus Jessica hal itu tidak dilakukan oleh pihak Kejaksaan.

Apabila mengacu pada KUHAP tidak ada keharusan penyidik mencari dua alat bukti yang diminta oleh pihak Kejaksaan. Tugas penyidik itu mengumpulkan bukti-bukti sebanyak-banyak, kemudian menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan untuk selanjutnya diserahkan ke pengadilan. Akan tetapi dalam kasus ini telah terjadi pergeseran  dalam mengimplementasikan hukum , tambah Moechgiyarto.

Jessica Kumala Wongso sejak 1 Februari 2916 dijebloskan ke sel tahanan Polda Metro Jaya oleh penyidik , “anak buah” Kombes Pol.Krishna Murti, Direktur Reserse Kriminal Umum ( Dirreskrimum ), Polda Metro Jaya. Hingga kini telah 102 hari tersangka meringkuk di sel tahanan. Sesuai KUHAP masa penahanannya sampai tanggal 29 Mei atau tinggal 18 hari lagi. Apa bila hingga tanggal 29 Mei 2016  berkas perkaranya tetap ditolak oleh oihak kejaksaan, maka tersangka Jessica harus dibebaskan demi hukum.

Sebagaimana diberitakan Sondinews.com sebelumnya, bahwa Jessica Kumala Wongso dijebloskan ke sel tahanan dengan status sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Mirna Wayan Solihin. Menurut Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti sebagaimana diberitakan berbagai media massa selama ini,bahwa pembunuhan itu dilakukan Jessica dengan menggunakan racun sianida. Racun sianida yang sangat mematikan itu dituangkan ke dalam gelas kopi korban Mirna Wayan Solihin.

Namun bukti-bukti terkait pembunuhan dengan menggunakan racun sianida itu, sejak pertama kali berkas perkara diserahkan ke kejaksaan tidak dilengkapi. Demikian selanjutnya, bukti-bukti itu supaya dilengkapi dalam berkas, juga tidak pernah dapat dipenuhi oleh penyidik. Akibatnya berkas perkara Jessica Kumala Wongso mundar mandir dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta seperti setrikaan, sementara masa tahanan tersangka sudah hampir habis. Kini menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan, apakah tersangka Jessica akan bebas demi hukum karena bukti-bukti yang diminta kejaksaan tidak dapat dilengkapi penyidik ?

 

KOMENTAR ANDA