08121026237 - 081280589457   679B873

Dirjen Imigrasi Cabut Pernyataannya Terkait Aguan dan Minta Maaf

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 05 April 2016 - 18.20 WIB | Dibaca : 1550 kali
Dirjen Imigrasi Cabut Pernyataannya Terkait Aguan dan Minta Maaf
Menurut keterangannya yang terbaru, Senin 4 April 2016, Sugianto Kusuma alias Aguan belum berstatus tersangka.

 

Sondinews.  -  Direktur Jenderal ( Dirjen ) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumhan ),Ronny F.Sompie pada  Jumat 1 April 2016  menyatakan, status Bos PT.Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantas Korupsi.  

Penetapan tersangka itu, katanya, tertuang dalam surat permohonan pencekalan yang diajukan KPK pada hari Jumat, 1 April 2016 kepada Direktorat Jenderal ( Ditjen ) Imigrasi Kemenkumham. Namun hari Senin, 4 April 2016, keterangannya itu dibantahnya sendiri dan meminta maaf karena telah menyebarkan informasi yang salah. Menurut keterangannya yang terbaru, Senin 4 April 2016, Sugianto Kusuma alias Aguan belum berstatus tersangka.

Ronny F.Sompie, yang Irjen Polisi itu menyatakan, dirinya tidak mengetahui bahwa dalam Undang-Undang KPK ada hukum acara pidana khusus yang memperbolehkan pencekalan terhadap seseorang yang masih berstatus saksi.

Pencekalan berpergian ke luar negeri itu dilakukan terhadap Aguan oleh penyidik KPK terkait kasus tertangkap tangannya Ketua Komisi D- DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi ketika meneri uang suap dari pihak PT.Agung Podomoro Land di Jakarta, Kamis 31 Maret 2016.

Muhammad Sanusi ditangkap oleh Tim Penyidik KPK meneri uang suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah ( Raperda) Tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta, serta Raperda Tentang Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta Utara. Buntut penangkapan terhadap Ketua Komisi D DPRD DKI  Jakarta itu, penyidik KPK mencekal Sugianto Kusuma alias Aguan.

Direktur Jenderal ( Dirjen ) Imigrasi Kemenkumham ), Ronny F.Sompie mengatakan, sesuai permintaan KPK maka terhitung sejak 1 April 2016, Sugianto Kusuma alias Aguan telah dicekal. Pencekalan itu dilakukan dengan memasukan nama Sugianto Kusuma alias Aguan ke sistem online keimigrasian sehingga Bos Agung Sedayu itu tidak bisa bepergian ke luar negeri.

Aguan, selain pemilik PT.Agung Sedayu Group, salah satu perusahaan pengembang Properti terbesar di Indonesia, juga diketahui luas oleh masyarakat sebagai pemilik Bank Artha Graha, yang berkantor pusat di kompleks SCBD, Jakarta Selatan.

Pencekalan yang dilakukan KPK terhadap Aguan, dinilai banyak pihak sebagai tindakan yang sangat berani. Apalagi dalam pencekalan itu, tidak dijelaskan perkara apa yang menjerat  Sugianto Kusuma alias Aguan.

KOMENTAR ANDA