08121026237 - 081280589457   679B873

Hentikan Dugaan Eksploitasi Anak, Polresta Depok Razia Anak Jalanan

 Oleh : M Harahap | Rabu, 30 Maret 2016 - 09.25 WIB | Dibaca : 1234 kali
Hentikan Dugaan Eksploitasi Anak, Polresta Depok Razia Anak Jalanan
Razia dilaksanakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

 

Sondinews.  -  Polresta Depok menggelar razia anak jalanan guna menghentikan dugaan eksploitasi anak oleh para kelompok penyakit masyarakat. Razia dilaksanakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.

Sasaran dilakukan di sejumlah titik yakni Ramanda dan Arif Rahman Hakim serta Jalan Juanda. Puluhan anak jalanan terjaring razia.

Tak hanya polisi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga fokus menertibkan anak punk yang meresahkan.

“Jujur kami merasa tidak nyaman ketika naik angkot lalu ada anak punk yang masuk dengan dalih mengamen, padahal mereka tidak membawa alat musik namun hanya menepuk-nepukan tangannya saja, karena takut jadi saya kasih,” ujar Rahma salah seorang penumpang angkot

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok, Nina Suzana mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan rapat internal dengan aparat kepolisian terkait rencana razia anak punk yang mengkhawatirkan masyarakat.

Tak hanya itu, Nina mengakui bahwa fenomena anak jalanan dan anak punk saat ini tumbuh kembali setelah beberapa kali ditertibkan. Di saat pihaknya mengendurkan kegiatan penertiban, anak punk dan anak jalanan kembali muncul.

“Kami melihat mereka ada yang bersenjata, namun anggota kami tidak bersenjata. Dari itu, kami perlu pendampingan dengan Polres. Kami sudah instruksikan kepada anggota, kalau kalian berani silahkan tangkap, namun kalau tidak kami akan bekerjasama dengan Polres,”
jelasnya.

Anak punk yang berkeliaran di Depok ada yang asli Depok namun ada pula kaum pendatang. Pihaknya mengklaim bahwasanya telah banyak anak punk yang telah ditangkap.

“Namun persoalannya, kami tangkap kemudian diserahkan ke Dinas Sosial, nah Depok kan belum punya rumah singgah, LPK dan lainnya, diarahkan ke Jakarta Timur namun kami tidak tahu pembinaannya di sana, banyak yang kembali ke jalan,” tegas Nina.

KOMENTAR ANDA