08121026237 - 081280589457   679B873

Tertangkap KPK, Mahkamah Agung Menonaktifkan Andri Tristianto

 Oleh : M Harahap | Senin, 15 Februari 2016 - 18.38 WIB | Dibaca : 730 kali
Tertangkap KPK, Mahkamah Agung  Menonaktifkan  Andri Tristianto
Alasan penonaktifan ini, lanjut Suhadi, karena KPK telah menyatakan Andri sebagai tersangka kasus dugaan suap.

 

Sondinews.  -  Mahkamah Agung (MA) menonaktifkan Andri Tristianto Sutrisna (ATS) dari jabatannya, Kasubdit PK dan Kasasi Perdata dan Khusus MA. Keputusan berlaku mulai hari ini.

"Iya betul, Andri sudah diberhentikan sementara," kata Juru Bicara MA Suhadi saat dihubungi, Senin (15/2/2016).

Alasan penonaktifan ini, lanjut Suhadi, karena KPK telah menyatakan Andri sebagai tersangka kasus dugaan suap. "Itu (Andri) diberhentikan sementara sampai selesai proses penyelesaian (hukum) yang bersangkutan," ujar dia.

Dia mengatakan, MA hingga saat ini belum dapat memutuskan akan memberikan bantuan hukun atau tidak kepada Andri. Pasalnya, Andri saat ini masih berstatus sebagai tersangka.

"Belum tahu nanti selanjutnya bagaimana (akan memberikan bantuan hukum atau tidak). Karena ini baru dinyatakan sebagai tersangka," kata dia.

KPK menangkap tangan Andri bersama pengusaha Ichsan Suaidi dan pengacara Awang Lazuardi Embat, Jumat 12 Februari. Mereka diduga terlibat suap menyuap dalam penerbitan salinan Kasasi di Mahkamah Agung.

Dalam kasus ini, Ichsan yang merupakan terpidana kasus korupsi, diduga menyuap Andri agar menunda memberikan salinan putusan kasasi sehingga eksekusi terhadap dirinya molor. Ichsan memberikan uang sebesar Rp400 juta ke Andri melalui Awang.

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, ketiganya saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Mereka pun kini mendekam di tiga tahanan berbeda.

Ichsan dan Awang disangka sebagai pemberi suap dan dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Andri disangka sebagai penerima suap dan dijerat Pasal 12 huruf a atau b dan Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  

KOMENTAR ANDA