08121026237 - 081280589457   679B873

KPK Dijadwalkan Akan Memeriksa Direktur Utama PT PLN (Persero)

 Oleh : M Harahap | Senin, 25 Januari 2016 - 11.24 WIB | Dibaca : 564 kali
KPK Dijadwalkan Akan Memeriksa Direktur Utama PT PLN (Persero)
Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka DYL (anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo),

 

Sondinews.  -  Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir dijadwalkan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diminta keterangan dalam kasus dugaan suap usulan penganggaran proyek pembangunan infrastruktur energi baru dan terbarukan tahun anggaran 2016 untuk Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua.

"Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka DYL (anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo)," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2016).

Sofyan akan diusut soal apa yang diketahuinya mengenai wacana pembangunan pembangkit listrik yang diusung Dewie asal Fraksi Hanura. Sebagai pimpinan perusahaan negara yang mengurus soal setrum, Sofyan dipastikan memahami masalah ini.

Namun, KPK belum mau bicara banyak soal pemanggilan Sofyan dalam kasus Dewie. Kendati demikian, kesaksian Sofyan dibutuhkan untuk membuka tabir perkara suap ini. "Yang pasti, dia diperiksa karena keterangannya dibutuhkan penyidik,"  jelas Yuyuk.

Kasus suap ini terbongkar dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 20 Oktober. Dewie yang juga adik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dicokok KPK bersama staf ahlinya, Bambang Wahyu Hadi.

Penangkapan keduanya adalah rangkaian OTT terhadap sekretaris pribadi Dewie, Rinelda; Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Deiyai, Papua, Irenius Adi; dan Direktur PT Abdi Bumi Cendrawasih Setiadi. Saat penangkapan, KPK menemukan uang dalam bentuk dolar Singapura sekitar SGD177.700 di dalam snack makanan ringan yang diduga merupakan suap dari Setiadi untuk Dewie.

KPK kemudian menetapkan Irenius dan Setiadi sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kelimanya kini meringkuk di rumah tahanan sejak 21 Oktober lalu. Dewie ditahan di Rutan Pondok Bambu sedangkan empat tersangka lain ditahan di Rutan KPK.

KOMENTAR ANDA