08121026237 - 081280589457   679B873

BNN Gagalkan Penyeludupan Ganja 824,5 Kg Dan Sabu 17,4 Kg di Sumatera

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 07 Januari 2016 - 19.19 WIB | Dibaca : 1385 kali
BNN Gagalkan Penyeludupan Ganja 824,5 Kg Dan Sabu 17,4 Kg di Sumatera
824,5 kilogram ganja dari Aceh itu, rencananya akan dibawa ke Jakarta. Petugas menangkap sopir dan kernet truk

 

Sondinews.  -  Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggagalkan penyelundupan shabu dan ganja yang akan dibawa masuk ke Jakarta. Shabu seberat 17,4 kilogram dan ganja sebanyak 824,5 kilogram, didapatkan petugas dari dua kasus berbeda.

Dari pengungkapan itu, petugas meringkus empat pelaku yang bertugas sebagai kurir. Dua orang pelaku yang merupakan kurir shabu adalah DG, 36, dan SD, 40. Sementara dua pelaku kurir ganja adalah SA, 23, dan BZ, 40.

Kabag Humas BNN, Slamet Pribadi mengatakan, pengungkapan penyelundupan 17,4 kg shabu dilakukan pada 18 Desember lalu di Sumatera Utara. Dimana petugas mendapatkan informasi adanya penyelundupan shabu itu dikendalikan oleh dua napi di lembaga pemasyarakatan dan rutan di Medan. “Salah satu napi itu adalah bandar yang memesan shabu kepada bandar di Malaysia,” katanya, Kamis (7/1).

Berbekal informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengintaian. Shabu yang diangkut dari Malaysia ke Sumatera Utara dengan menumpangi kapal nelayan langsung diambil oleh dua kurir, DG dan SD, dengan kapal nelayan dari Pelabuhan Klang, Malaysia, menuju Ujung Kubu, Kabupaten Batu Bara, Sumut. “Perahu itu masuk ke Sumut melalui sungai di Ujung Kubu, menghindari Pelabuhan Tanjung Balai,” ujar Slamet.

Setibanya di tepi sungai di Ujung Kubu, kata Slamet, DG dan SD mengangkut 17,4 kg sabu itu ke atas sepeda motor. Kedua kurir itu kemudian ditangkap tim BNN. “Paket sabu sebesar itu ditaruh begitu saja di belakang setir sepeda motor matic. Paket itu ditaruh begitu saja, tanpa ditutup apa pun,” ungkapnya.

Untuk kasus ganja, ujar Slamet, 824,5 kilogram ganja dari Aceh itu, rencananya akan dibawa ke Jakarta. Petugas menangkap sopir dan kernet truk, AP dan AM, yang menyelundupkan ganja di Jalan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Ganja itu disimpan di bak truk yang sudah di modifnya,” ujar Slamet.

Ditambahkan Kabag Humas BNN, tumpukan ganja itu ditutup dengan potongan-potongan kayu balok.
Keduanya dijanjikan memperoleh upah Rp30 juta, tetapi baru diterima Rp 20juta. “AM, kernet truk, dijanjikan upah oleh AP sebesar Rp3 juta. Untuk bandar ganja ini, masih dalam pengejaran tim BNN,” ungkapnya.

KOMENTAR ANDA