08121026237 - 081280589457   679B873

Penahanan 4 Pimpinan DPRD Musi Banyuasin, Diperpanjang KPK

 Oleh : Mochtar Siahaan | Kamis, 31 Desember 2015 - 18.30 WIB | Dibaca : 714 kali
Penahanan 4 Pimpinan DPRD Musi Banyuasin, Diperpanjang KPK
Keempatnya adalah Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar beserta tiga wakilnya, Islan Hanura, Aidil Fitri, dan Darwin A.H.

 

Sondinews.  -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat pimpinan DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga tersangka dalam kasus dugaan suap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015, Kamis (31/12).

Keempatnya adalah Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar beserta tiga wakilnya, Islan Hanura, Aidil Fitri, dan Darwin A.H. Mereka datang untuk keperluan perpanjangan masa tahanan. “Untuk keperluan perpanjangan tahanan selama 40 hari ke depan, terhitung sejak 4 Januari 2016,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (31/12).

Sebelumnya, Darwin A.H lebih dulu keluar dari gedung KPK. Namun ia enggan memberikan komentar kepada para awak media, terkait kedatangannya tersebut. Seperti diketahui, Darwin merupakan satu dari tersangka yang diduga menerima suap dari Bupati Muba, Pahri Azhari untuk kelancaran pengesahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015.

Ia bersama Raimon, selaku Ketua DPRD Muba beserta kedua kolega lainnya, yakni Islan dan Aidil diduga meminta uang sebesar Rp20 miliar kepada pemerintah Muba untuk kelancaran pengesahan LKPJ 2014 dan APBD 2015. Angka Rp20 miliar didapat atas penghitungan 1 persen dari total belanja modal Rp2 triliun. Selain keempatnya, terdapat pula 8 Ketua Fraksi di DPRD Muba yang diduga turut menerima suap dari Pahri.

Mereka adalah Ujang Amin (Fraksi PAN), Bambang Karyanto (Fraksi PDIP), Jaini (Fraksi Golkar), Adam Munandar (Fraksi Gerindra), Parlindungan Harahap (Fraksi PKB), Depy Irawan (Fraksi Nasional Demokrat), Iin Pebrianto (Fraksi Demokrat), dan Dear Fauzul Azim (Fraksi PKS).

KOMENTAR ANDA