08121026237 - 081280589457   679B873

Kejagung Masih Mendalami Alat Bukti Setnov Gate

 Oleh : Mochtar Siahaan | Rabu, 16 Desember 2015 - 19.07 WIB | Dibaca : 477 kali
Kejagung Masih Mendalami Alat Bukti Setnov Gate
Fadil belum berani untuk meningkatkan kasus dugaan ke tahapan penyidikan.

 

Sondinews.  -  Kejaksaan Agung memastikan pertemuan di Hotel Ritz Carlton, antara Ketua DPR Setya Novanto, Pengusaha Muhammad Riza Chalid dan Presdir PT Freeport Indonesia (FI) Maroef Sjamsoeddin, 8 Juni benar ada.

“Empat karyawan Hotel Ritz Carlton yang dimintai keterangan oleh tim penyelidik benar (ada pertemuan antara Setya, Riza dan Maroef),” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Fadil Zumhana, di Kejagung, Rabu (16/12).

Namun demikian, kendati sudah mengantongi keterangan dan alat bukti, Fadil belum berani untuk meningkatkan kasus dugaan permufakatan jahat alias Setnov (Setya Novanto) Gate ke tahapan penyidikan.

“Kita masih dalam tahapan pengumpulan bahan keterangan/data dan alat pendukung lain. Juga menyangkut harkat dan martabat orang. Jadi, kita harus hati-hati,” ujarnya diplomatis.

Selain, keterangan empat karyawan Hotel Ritz Carlton, Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB menyebutkan sudah memiliki telepon rekaman milik Maroef dan dua telepon lainnya. Serta keterangan  dari Menteri ESDM Sudirman Said, Sekretaris Setya Novanto, Meidina biasa disapa Dina, terakhir Sekjen DPR. Winantuningtyastiti Swasanani.

Sekarang tinggal M. Riza Chalid dan Setya Novanto yang ditunggu keterangan. Riza sudah diundang sekali, namun dia tidak datang, dengan dalih masih di luar negeri. Setya masih dalam agenda.

Fadil mengemukakan permintaan keterangan Sekjen DPR terkait dengan tugas anggota dan Pimpinan DPR.
Tapi begitu, dia tidak mengelak kalau permintaan keterangan tersebut terkait dengan pertemuan pertama Setya dengan Maroef, April 2015, di ruang kerja Ketua DPR.

“Permintaan keterangan ini upaya melengkapi penyelidikan, seperti permintaan keterangan para pihak lain. Upaya itu dibarengi dengan pengiriman tim penyelidik ke UGM dan ITB, hari ini (Rabu), untuk mendalami rekaman,” jelas Fadil.

Winantuningtyastiti Swasanani yang ditemui usai diperiksa, pukul 16. 30 WIB, permintaan keterangan dimulai sekitar pukul 10. 00 WIB, mengaku diajukan 35 pertanyaan, menyangkut   tugas tugas Ketua DPR, Anggota DPR.
“Termasuk Keppres pengangkatan Pak Nov (Setya Novanto) aturan aturan yang terkait. Tatib (tata tertib) DPR dan kegiatan Pak Ketua DPR (pertemuan Setya dengan Maroef),” akuinya adanya pertemuan itu tanpa mengetahui secara persis

KOMENTAR ANDA