08121026237 - 081280589457   679B873

KPK Kembali Periksa Para Anggota DPRD Sumut Sebagai Tersangka Korupsi

 Oleh : Mochtar Siahaan | Jumat, 27 November 2015 - 10.24 WIB | Dibaca : 420 kali
KPK Kembali Periksa Para  Anggota DPRD Sumut Sebagai Tersangka Korupsi
Suap diduga diberikan buat persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014.

 

Sondinews.  -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa empat tersangka kasus dugaan suap kepada DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019. Keempatnya akan diperiksa sebagai tersangka.

Keempat tersangka itu adalah Ketua DPRD Sumut periode 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut periode 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, dan Sigit Pramono Asri.

"Iya mereka diperiksa sebagai tersangka," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak, Jumat (27/11/2015).

Saat ini, tiga dari empat tersangka telah tiba di gedung lembaga antikorupsi. Mereka datang mengenakan rompi orange tahanan KPK. Tersangka Sigit tiba pertama kali sekitar pukul 09.21 Wib.

Kemudian disusul Saleh Bangun sekitar pukul 09.40 Wib. Terakhir, Ajib Shah sekitar pukul 10.16 Wib. Tak ada komentar yang keluar dari mulut ketiga penerima suap ini.

Ajib Shah yang politikus Partai Golkar malah tersenyum semringah saat ditanya duit suap yang dia terima dari Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho.

Selasa 3 November 2015, KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut 2014-2019 Ajib Shah, Ketua DPRD Sumut 2009-2014 Saleh Bangun, dan Wakil Ketua DPRD Sumut 2009-2014: Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Suap diduga diberikan buat persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.

Gatot yang diduga sebagai pemberi dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, kelima legislator yang diduga penerima suap disangka Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 64 ayat (1) jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Empat legislator sudah ditahan KPK pada 10 November lalu, menyusul Gatot yang terlebih dahulu meringkuk di Rumah Tahanan. Saleh Bangun ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Chaidir di Polda Metro Jaya, Ajib di Rutan Kelas I Salemba Jakarta Pusat, dan Sigit di Rutan Polres Jakarta Pusat.

KOMENTAR ANDA