08121026237 - 081280589457   679B873

MKD Gelar Rapat Membahas Pencatutan Nama Presiden Dan Wakil Presiden

 Oleh : Mochtar Siahaan | Selasa, 24 November 2015 - 12.14 WIB | Dibaca : 437 kali
MKD Gelar Rapat Membahas Pencatutan Nama Presiden Dan Wakil Presiden
Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menghendaki, rapat digelar terbuka. Supaya, tak ada yang ditutup-tutupi dalam rapat.

 

Sondinews.  -  Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akan kembali menggelar rapat buat membahas kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, siang ini. Rapat diagendakan pukul 14.00 WIB.
Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menghendaki, rapat digelar terbuka. Supaya, tak ada yang ditutup-tutupi dalam rapat.
Selain agar publik bisa menyaksikan semua yang terjadi dalam rapat, Junimart mengatakan, masyarakat bisa tahu ada anggota yang tak pernah datang rapat. "Dalam sidang di MKD, itu ada yang biasanya tidak pernah datang, sekarang dia datang," kata Junimart di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2015).

Sayangnya, politikus PDI Perjuangan ini tak mau menyebut siapa yang tak pernah datang dalam rapat MKD. Dia menegaskan, pimpinan MKD solid.

Junimart mengklaim sikapnya konsisten sejak awal. Ia mendorong sidang MKD berjalan terbuka, kecuali menyangkut kasus asusila. Kasus Setnov, menurut Junimart, memang harus dibuka ke muka publik. Apalagi, masyarakat kebanyakan mendorong kasus ini diselesaikan secara transparan.

Malam tadi, MKD menunda rapat pleno kasus Setya. Salah satu alasannya terkait BAB IV Pasal 5 dalam Tata Beracara MKD soal siapa yang dapat melaporkan ke MKD. MKD juga menilai butuh keterlibatan ahli bahasa hukum. Sehingga keputusan perlu diundur.

Penundaan rapat ini adalah kelanjutan dari polemik pelaporan Setya Novanto oleh Menteri ESDM Sudirman Said. Laporan Sudirman membuat peta politik nasional bergeliat. Sejumlah anggota DPR kemudian ada yang membuat mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR, tapi ada juga yang mempermasalahkan pelaporan Sudirman seperti yang disuarakan Koalisi Merah Putih.

Tak hanya itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan juga ikut merespon. Luhut malah menyalahkan Sudirman dan bukan membela kawan se-kabinetnya tersebut. Sementara, Setya Novanto aktif menghimpun dukungan dengan sowan ke sejumlah tokoh buat memperbaiki citra politiknya.

KOMENTAR ANDA