08121026237 - 081280589457   679B873

Pemilik Sabu 862 Kg Asal Ghuangzhou, Hari Ini Jalani Sidang Putusan

 Oleh : M Harahap | Jumat, 13 November 2015 - 07.49 WIB | Dibaca : 308 kali
Pemilik Sabu  862 Kg Asal Ghuangzhou, Hari Ini Jalani Sidang Putusan
Di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Wong dituntut hukuman mati.

 

Sondinews. - Sindikat pengedar sabu Internasional Wong Chi Ping hari ini, Jumat, 13 November akan menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Wong dituntut hukuman mati terkait kepemilikan sabu seberat 862 kilogram.

"Besok (Jumat) ada empat sidang putusan untuk Wong Chi Ping dan tiga temannya," kata kuasa hukum Wong, Hazmin A di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (12/11/2015).

Wong akan divonis bersama dengan tiga rekannya Ahmad Salim Wijaya, Andika dan Sujardi. Ketiganya batal divonis Kamis (12/11/2015) lantaran berkas vonis belum selesai.

Jaksa Penuntut Umum sebelumnya menuntut Wong dan delapan rekannya yakni Cheung Hon Ming, Syarifuddin, Tan See Ting, Siu Cheuk Fung, Tam Siu Liung, Ahmad Salim Wijaya, Andika dan Sujardi hukuman seumur hidup.

Kesembilannya dinilai bersalah melanggar Pasal 114 juncto Pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Majelis Hakim pada PN Jakarta Barat sebelumnya sudah lebih dulu menjatuhkan vonis pada lima rekan Wong yakni Cheung Hon Ming dijatuhi hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp1 miliar, Syarifuddin divonis 18 tahun penjara. Sedang, Tan See Ting, Siu Cheuk Fung dan Tam Siu Liung divonis hukuman seumur hidup.

Wong Chi Ping merupakan buronan tujuh negara. Dia dicari oleh penegak hukum Tiongkok, Malaysia, Myanmar, Thailand, Amerika Serikat, Indonesia, dan Filipina.

Pria beristri warga Indonesia ini berupaya menyelundupkan 862 kilogram sabu dari Guangzhou, Tiongkok, ke Indonesia. Tim BNN mengintai pergerakan Wong Chi Ping sejak tiga tahun lalu.

Pada 5 Januari 2015, Wong Chi Ping akhirnya ditangkap di Kalideres, Jakarta Barat. Bersama Wong ditangkap tiga warga Hong Kong, seorang warga Malaysia, dan empat warga Indonesia.

KOMENTAR ANDA