08121026237 - 081280589457   679B873

Kuasa hukum Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan, Mendatangi Gedung KPK

 Oleh : M Harahap | Jumat, 02 Oktober 2015 - 20.13 WIB | Dibaca : 366 kali
Kuasa hukum Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan, Mendatangi Gedung KPK
KPK diminta serius usut gratifikasi RJ Lino-Rini soemarno

 

Sondinews. - Kuasa hukum Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, Mangapul Silalahi, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serius menindaklanjuti laporan kliennya soal dugaan gratifikasi perabotan rumah dari Direktur PT Pelindo II RJ Lino untuk Menteri BUMN Rini Soemarno. Mangapul dan beberapa orang stafnya datang langsung ke Kantor KPK, Jumat (2/10) siang.

“Kami mendesak KPK agar menindaklanjuti kedatangan klien kami Pak Masinton Pasaribu yang menyerahkan dokumen dugaan gratifikasi dari Dirut Pelindo ke Menteri BUMN,” kata Mangapul usai menemui staf Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas), di Kantor KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari staf Direktorat Dumas KPK, laporan yang diserahkan kliennya itu kini tengah ditelaah. “Kemungkinan dalam waktu dekat, mungkin minggu depan akan diumumkan, apakah ada dugaan-dugaan gratifikasi ini terjadi,” ungkapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP telah memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang diserahkan Masinton pada Selasa (22/9) lalu itu. “Terkait dengan laporan itu akan kami tindaklanjuti,” katanya, Kamis (1/10).

Namun, Johan belum dapat memastikan apakah RJ Lino dan Rini akan dipanggil untuk diperiksa. Sebab, menurutnya, proses tindaklanjut laporan mesti melalui proses telaah sebagaimana mekanisme yang berlaku di lembaganya.

“Belum ada (rencana pemanggilan). Laporan dari siapapun akan ditindaklanjuti dengan melakukan telaah lebih dahulu,” imbuhnya.

Dalam laporannya, Masinton mengadukan soal dugaan gratifikasi berupa perabotan mewah yang diterima Rini Soemarno dari RJ Lino. Perabotan itu, menurutnya, bernilai Rp200 juta, dan diserahkan RJ Lino pada 16 Maret 2015. Laporan dilengkapi nota dinas dan disebut perabotan itu untuk keperluan pengadaan rumah dinas Menteri BUMN.

RJ Lino pun tak tinggal diam atas laporan itu. Dia balik melaporkan Masinton ke Bareskrim Polri dengan tuduhan membuat laporan palsu.

Berikut daftar barang yang dilaporkan:

1. Kursi sofa tiga dudukan (satu buah) senilai Rp35 juta
2. Kursi sofa Satu dudukan (dua buah) @Rp25juta
3. Meja sofa (1 buah) Rp10 juta
4. Kursi makan 6 buah @Rp3,5 juta
5. Meja makan (satu buah) Rp25 juta
6. Perlengkapan ruang kerja 1 set senilai Rp59 juta.

KOMENTAR ANDA