08121026237 - 081280589457   679B873

Sandi-sandi Rahasia Permintaan Uang di Sengketa Pilkada Lebak

 Oleh : Redaksi | Minggu, 23 Februari 2014 - 04.46 WIB | Dibaca : 190 kali
Sandi-sandi Rahasia Permintaan Uang di Sengketa Pilkada Lebak
Seperti biasa, hampir setiap kasus korupsi pasti melahirkan sebuah sandi baru untuk membicarakan uang. Gunanya tentu saja untuk menghindari deteksi KPK. Sandi-sandi ini bahkan muncul juga dalam pengurusan sengketa Pilkada Lebak.

Dalam dokumen pemeriksaan yang didapatkan detikcom, Sabtu (22/2/2014), terungkap secara gamblang percakapan antara advokat Susi Tur Andayani dengan calon Bupati Lebak yang kalah, Amir Hamzah. Percakapan melalui sambungan telepon itu berhasil disadap KPK.

Saat itu Amir Hamzah memberitahu Susi jika Tubagus Chaeri Wardana alias akan berkordinasi dulu dengan Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Kordinasi itu terkait dengan dana untuk pengurusan sengketa di MK.

Masih di dalam telepon, Amir sudah mewanti-wanti Susi agar hati-hati dalam berbicara. Amir menilai Susi yang dipanggil dengan sebutan 'Mbak Uci' terlalu gamblang dalam membicarakan uang.

"Saya sampaikan kepada Susi agar hati-hati dalam berkomunikasi karena jangan sampai ketahuan KPK," kata Amir seperti tertuang dalam dokumen.

Untuk menghindari 'radar' KPK, Amir berinisiatif membuat kiasan sendiri soal uang. Setidaknya ada empat kode yang dibikin oleh Amir.

- Tiga kampung sebagai penyebutan untuk Rp 3 miliar.
- Satu kampung sebagai penyebutan untuk Rp 1 miliar.
- Kunjungan sebagai penyebutan untuk permintaan Akil Mochtar.
- Si Masnya sebagai penyebutan untuk saudara Akil Mochtar.

Contoh kata kiasan itu memang ada di sejumlah percakapan. Tengoklah salah satunya seperti ini;

"Kalau satu kampung kan terlalu kecil kunjungan satu hari satu kampung," kata Amir di dalam rekaman percakapan.

KOMENTAR ANDA